Stasiun Pengisian Mobil Listrik Kurang Ramah Terhadap Difabel

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Minggu, 27 Des 2020 13:33 WIB
Stasiun pengisian kendaraan listrik kurang ramah terhadap difabel
Stasiun pengisian kendaraan listrik kurang ramah terhadap difabel. Foto: Carscoops
Jakarta -

Layanan pemetaan kendaraan listrik terkemuka di Inggris menemukan fakta bahwa layanan stasiun pengisian mobil listrik umum kurang ramah terhadap para penyandang difabel. Dalam sebuah studi dilaporkan bahwa para penyandang disabilitas kesulitan menemukan titik pengisian daya mobil listrik yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Perusahaan bernama Zap-Map, melakukan jejak pendapat terhadap 2.200 pengemudi kendaraan listrik di Inggris untuk menanyakan pengalamannya. Riset ini bekerja sama dengan Motability, sebuah badan amal Inggris Raya yang berfokus pada akses mobilitas bagi penyandang disabilitas.

Sepertiga responden penyandang disabilitas melaporkan kesulitan menemukan tempat untuk mengisi daya mobil mereka. Salah satu keluhan terbesar yaitu berat kabel pengisi daya dan upaya yang diperlukan untuk mencolok pengisi daya.

Sekitar delapan persen pengemudi kendaraan listrik di Inggris dalam survei Zap-Map merupakan penyandang disabilitas. Zap-Map menunjukkan bahwa kesulitan ini bisa menjadi faktor penyebab angka yang lebih rendah.

Menurut Catherine Marris, Motability's Innovation Lead, Inggris diperkirakan memiliki 2,7 juta pengemudi atau penumpang penyandang disabilitas di jalan raya pada tahun 2035.

"1,35 juta (dari mereka) diperkirakan sebagian atau seluruhnya bergantung pada infrastruktur pengisian publik," kata Marris. "Saat kami mendekati apa yang akan menjadi transisi energi transformatif di Inggris Raya, ada alasan sosial dan komersial yang kuat untuk memastikan bahwa infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik dapat diakses oleh penyandang disabilitas."

Dr. Ben Lane, kepala teknis Zap-Map, berpendapat bahwa diperlukan alat baru yang dirancang. Jadi ke depannya, semua pengguna bisa mengakses pengisian daya mobil listrik tersebut.



Simak Video "Menaker Beberkan Penyebab 247.000 Penyandang Disabilitas Menganggur"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lua)