Mobil Pribadi Wajib Rapid Test Antigen? Dishub: Tergantung Satgas Daerah

Rizki Pratama - detikOto
Senin, 21 Des 2020 17:35 WIB
Sopir bus menjalani tes swab antigen di Terminal Boyolali, Rabu (16/12/2020).
Rapid test antigen penumpang mobil pribadi tergantung kebijakan masing-masing daerah. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Jakarta -

Periode Natal dan Tahun Baru diprediksi akan banyak pergerakan keluar masuk kota entah untuk pulang kampung atau liburan. Untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 pemerintah kembali mengerahkan kewajiban melakukan test PCR atau rapid test.

Aturan ini berlaku untuk penumpang transportasi umum baik darat, udara maupun laut. Hasil test yang valid pun kin adalah rapid test antigen. Selain transportasi umum mobil pribadi juga akan ditest, tapi penerapannya tergantung pemerintah daerah.

"Sesuai aturan Satgas juga dimungkinkan karena pemerintah propinsi adalah juga Satgas Daerah," kata juru bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati kepada detikoto saat dihubungi, Senin (21/12/2020).

Salah satu daerah yang akan melakukan pemerikasaan test PCR atau rapid test antigen adalah DKI Jakarta. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Pengecekan secara acak tersebut dilakukan bagi warga yang ingin meninggalkan atau datang ke Jakarta selama masa libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

"Nanti kita bantu 'random check', Pemprov DKI tidak menyediakan (tes cepat antigen). Tinggal bawa hasil (tes cepat antigen)," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Jumat (18/12/2020).

Sebelumnya memang aturan ini sempat menjadi perdebatan khususnya di kalangan pengusah bus. Pasalnya penerapan aturan ini hanya kepada transportasi umum tidak akan membatasi pergerakkan manusia. Akan ada alternatif seperti menggunakan mobil pribadi untuk keluar kota tanpa harus melakukan rapid test antigen terlebih dahulu.

"Ini yang menurut saya ambigu. Artinya ini menggiring orang untuk menghindari angkutan umum ke angkutan pribadi. Sekian kali saya tekankan bagaimana masyarakat yang beralih ke angkutan pribadi tadi? Kalau sifatnya untuk mencegah peningkatan orang terpapar sepakat, namun itu tadi kalau cuma angkutan umum saja apa kabarnya kendaraan pribadi?" kata Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan beberapa waktu lalu.



Simak Video "Pemerintah Resmi Pangkas 3 Hari Libur Akhir Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)