Begini Cara Mobil Melindungi Penumpang dari Dampak Tabrakan

Rizki Pratama - detikOto
Senin, 21 Des 2020 12:21 WIB
Mitsubishi Outlander PHEV diuji tabrak
Bagaimana mobil melindungi penumpang saat tabrakan. Foto: ASEAN NCAP
Jakarta -

Sudah semestinya mengemudi mobil dilakukan dengan aman agar tidak mengalami kecelakaan. Namun, jika nasib berkata lain, kecelakaan tetap datang di saat tak terduga. Untungnya mobil-mobil dilengkapi dengan berbagai sistem keamanan agar cedera yang dialami penumpang bisa diminimalkan.

Sebagian kita mungkin kerap bertanya-tanya, bagaimana ketika terjadi kecelakaan lalu lintas kita tidak mengalami cedera parah. Itu semua karena sistem keamanan mobil telah bekerja dengan baik. Bisa jadi tanpa sistem keamanan mobil zaman sekarang, dampak kecelakaan dapat lebih fatal.

Dalam sistem keamanan mobil hukum fisika dipakai untuk meminimalisir dampak yang bisa muncul. Tepatnya hukum gerak Newton.

Hukum pertama, kekekalan momentum di mana benda yang bergerak tetap bergerak dan sebaliknya untuk benda diam. Jika Anda mengalami kecelakaan, hukum gerak kedua dapat digunakan untuk mengetahui gaya yang dihasilkan dari tabrakan tersebut. Dan terakhir, hukum ketiga menyatakan bahwa untuk setiap tindakan, selalu ada reaksi yang setara dan berlawanan.

Jadi jika Anda benar-benar menyimak pelajaran fisika di kelas waktu sekolah Anda akan memiliki pemahaman dasar tentang prinsip-prinsip ini. Dengan demikian, pembuat mobil berkomitmen untuk mengurangi dampak fisika pada tubuh rapuh kita saat terjadi kecelakaan

Sudah menjadi rahasia umum sekarang bahwa tujuan utamanya adalah memperlambat jangka waktu yang terkait dengan kecelakaan. Tapi senjata apa yang tersedia untuk melawan hukum fisika?

Sistem keselamatan jelas telah berkembang dari waktu ke waktu, tetapi kendaraan sekarang menggunakan kekuatan serangan gabungan dari zona crumple, sabuk pengaman, dan kantung udara untuk menjaga keamanan penumpang.

Zona crumple berfungsi untuk memperlambat kecepatan tabrakan, bengkok ke titik tertentu tetapi tidak sepenuhnya bengkok. Ini salah satu sebab mobil masa kini punya kesan lebih mudah ringsek atau penyok jika terjadi benturan.

Sabuk pengaman memiliki tujuan yang sangat mirip untuk memperlambat Anda sebelum mencapai kantung udara - dalam kecelakaan 50 km/jam, sabuk pengaman dapat menurunkan tingkat perlambatan lebih dari tujuh kali lipat.



Simak Video "2 Mobil Tabrakan Hebat di Sidrap Sulsel, 2 Orang Tewas!"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)