Driver Ojol Jadi Sarjana, Wisuda Masih Pakai Jaket Hijau

Rizki Pratama - detikOto
Sabtu, 05 Des 2020 19:58 WIB
Farhan Dzulfiqar yang dikenal akrab oleh dosen dan mahasiswa sebagai driver ojek online tersebut bangga menghadiri wisuda dengan mengenakan seragam ojol.
Driver ojek online jadi Sarjana. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Seorang mahasiswa Universitas Sahid bernama Farhan Dzulfikar melakukan prosesi wisuda drive thru dengan menaiki sepeda motor dan menggunakan atribut ojek online. Pria berusia 23 tahun ini baru saja menyelesaikan kuliah dengan hasil keringatnya sendiri sebagai ojek online.

Farhan membiayai segala kebutuhan pendidikannya selama 5 tahun menimba ilmu di lembaga pendidikan tersebut. Semuanya pun bersumber dari bekerja paruh waktu sebagai ojol.

"Alhamdulillah untuk keperluan sehari-hari dan biaya kuliah tercukupi dari ngojek. Seratus persen biaya kuliah bayar sendiri dari hasil ojek," aku Farhan kala dihubungi detikoto, Sabtu (5/12/2020).

Farhan yang memulai kuliah di tahun ajaran 2015/2016 menjadi ojek online pada tahun 2016. Awalnya ia menjadi ojek online Uber. Setahun kemudian ia pindah ke Gojek hingga ia menyelesaikan kuliahnya dan mendapat gelar sarjana.

"Awalnya itu kuliah dulu masuk 2015 masih tinggal di Tebet karena deket dari kampus. Pas 2016 ada keperluan yang mengharuskan punya motor akhirnya minta tolong ibu cariin motor bekas. Akhirya nemu saya beli karena ada suatu keperluan punya motor waktu itu. Habis itu kepikiran, jadi ojek online asyik juga. Daftar di Uber tahun 2016 bulan Mei. Di sana sekitar 9 bulan. Nah, di 2017 Juni karena memang Uber udah mulai turun peminatnya saya mulai cari ojol lain Grab dan Gojek. Pas mau daftar dapat email saya bisa masuk Gojek secara VIP," kenang Farhan.

Selama kuliah Farhan mengaku mulai menerima order dari subuh hingga jam pertama masuk kuliah. Sorenya sepulang kuliah ia sambung lagi hingga pukul 9-10 malam. Kegiatan itu pun telah menjadi rutinitasnya selama 3 tahun lebih.

"Setiap hari sebelum masuk kuliah jam 10 dari subuh ngojek sampai jam 9. Masuk kuliah sampai sore selesai jam 5 lanjut ngojek lagi dari jam 6 sampai jam 9 malam. Itu berlangsung selama 3 tahun kurang lebih," tuturnya.

Rata-rata dengan waktu jadi ojek 6-7 jam sehari saja Farhan mampu mendapat pemasukkan sebesar Rp 300-400 ribu sehari. Uang itu disimpan untuk mebayar uang semester sebesar Rp 6 juta. Saat itu memang potongan mitra ojek online masih keci. Untungnya ketika potongan mitra mulai semakin besar, biaya kuliahnya juga lebih murah di tahun terakhir kuliahnya.

"Awal masuk gojek itu sekitar Rp 300-400 sehari bisa tuh. Semester akhir bayaran kuliah juga terpotong 50 persen tadinya Rp 6 juta saya cuma bayar Rp 3 juta. Karena pandemi juga pendapatan memang menurun. Sekarang sehari Rp 150-250 bersihnya," ungkapnya.

Kuliah sambil jadi ojek online pun tak mendapatkan anggapan buruk dari keluarga bahkan teman-temannya. Bahkan langkah Farhan diikuti oleh teman-temannya untuk menutupi kebutuhan sehari-hari atau biaya kuliah.

"Ibu awalnya nggak aku kasih tahu. Setelah daftar ibu nanya seragam apa, ini ojek online aku bilang sambilan kuliah. Temen-temen sih ya komentarnya nggak ada yang aneh dan ada juga yang ikut ojol juga karena lumayan," kata Farhan.

Saat ini Farhan masih aktif menjadi ojek online sembari mencari lowongan pekerjaan. Ia berpesan untuk para penimba ilmu yang bekerja sambilan agar pintar membagi waktu supaya tujuan utama menyelesaikan pendidikan tidak terganggu.

"Untuk ojol mungkin lanjut tapi sekarang fokus cari kerja dulu. Pinter bagi waktu aja jang sampai fokus ke satu sisi aja," pungkasnya.



Simak Video "Detik-detik Ojol Dibegal di Tugu Tani Jakpus"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)