Nasib 33 Dealer Harley-Davidson di India Luntang-lantung

Rizki Pratama - detikOto
Sabtu, 05 Des 2020 18:17 WIB
Keahlian Dondi Arief sebagai teknisi Moge khususnya Harley Davidson boleh dibilang sudah mumpuni. Bahkan dia pernah dipercaya mengerjakan motor Gibran Rakabuming.
Ketidakjelasan nasib dealer Harley-Davidson di India yang ditinggalkan. Foto: Aji Kusuma
Jakarta -

Harley-Davidson telah memutuskan untuk pergi dari India. Malangnya, nasib dealer-dealer yang ditinggalkan pun tidak jelas. Tidak sedikit, ada 33 jaringan penjualan Harley-Davidson dengan pemegang merek Motor Company yang tidak akan lagi mendapatkan stok moge dari Amerika Serikat tersebut.

Kini para dealer semakin gigit jari setelah Harley-Davidson yang pergi malah menjalin kerjasama dengan Hero Motorcorp di India. Artinya Hero akan menjadi distributor Harley-Davidson di India mulai tahun 2021 dan seterusnya.

Tentu saja dealer-dealer Harley-Davidson naik pitam. Sebanyak 33 dealer yang tergabung dalam Asosiasi Dealer Harley-Davidson India pun menyatakan ketidaksenangannya atas cara Harley-Davidson meninggalkan mereka. Dari 33 dealer 10 dealer mendapatkan kesepakatan untuk bekerjasama dengan Hero Motorcorp, tapi 23 lainnya masih tak jelas nasibnya. Meski begitu, semua anggota asosiasi tetap ikut menuntut Harley-Davidson atas pemutusan hubungan kerja yang tidak adil ini.

"Hero MotoCorp hanya menyerap 33 persen dari dealer Harley-Davidson yang menimbulkan ketidakpastian tentang nasib investasi mitra dealer dan prospek bisnis masa depan. Ini termasuk 10 dealer yang akan diajak untuk bertindak tanpa menerima keuntungan apapun," kata Asosiasi Dealer Harley-Davidson India dalam sebuah pernyataan.

Bulan November lalu dealer dan perwakilan hukum mereka pun mencari kesepakatan untuk menyelesaikan masalah ini dengan adil. Tuntutan ini dirasa wajar karena untuk membangun sebuah dealer tidak sedikit modal yang dikeluarkan apalagi untuk merek sebesar Harley-Davidson.

Kasus seperti ini bukan yang pertama kalinya, tapi perpisahannya tidak menimbulkan masalah berlarut dengan dealer. Kala itu tahun 2017 ketika General Motors hengkang dari India, merek Amerika Serikat itu menawarkan tawaran kompensasi yang jauh lebih adil. Sementara itu, menurut pengakuan salah satu dealer Harley-Davidson, mereka hanya mendapat 20 persen dari apa yang pernah diberikan oleh GM.

"Kompensasi yang ditawarkan sangat buruk sehingga benar-benar menghancurkan filosofi persaudaraan yang diciptakan Harley. Harley telah mengecewakan kami untuk memberi kompensasi kepada kami atas kerugian besar yang kami alami. Setelah bekerja keras dan penuh semangat, kami merasa tertipu oleh cara seperti itu. Setelah percaya pada impian Harley di India dan memegang teguh bendera, kami merasa kecewa, meskipun telah mendukung perusahaan selama ini," kata dealer Harley-Davidson Delhi Gaurav Gulati dalam sebuah pernyataan yang dilansirkan dari rideapart.



Simak Video "Anggota Geng Harley Keroyok TNI di Bukittinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)