Bawa Sepeda dalam Bus Umum, Sudah Ada Aturannya?

Luthfi Anshori - detikOto
Minggu, 29 Nov 2020 13:15 WIB
Pesepeda masuk bus umum
Pesepeda masuk bus umum. Foto: Screenshot Twitter
Jakarta -

Sepeda menjadi alat transportasi populer di tengah pandemi COVID-19. Selain ramah lingkungan dan menyehatkan, sepeda juga bisa dikombinasikan dengan penggunaan angkutan umum.

Namun kehadiran pesepeda di transportasi publik, dapat menimbulkan masalah tersendiri. Contoh seperti kasus yang terjadi di Bandung baru-baru ini, di mana jumlah pesepeda yang naik bus umum terlalu banyak, hingga penumpang bus yang lain tidak kebagian tempat duduk dan akhirnya berdiri.

Pertanyaannya, apakah sudah ada regulasi yang mengatur keberadaan sepeda di angkutan publik? Menurut pengamat transportasi sekaligus Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat, Djoko Setijowarno, sejauh ini belum ada peraturan yang spesifik membahas cara atau syarat pengangkutan sepeda di transportasi publik.

"(Saat ini aturan itu) belum ada. Diserahkan pada masing-masing operator (transportasi)," kata Djoko, kepada detikOto, Minggu (29/11/2020).

Sebagai contoh, saat ini operator bus JR Connexion, yang melayani kawasan perumahan di Bodetabek menuju Jakarta, menyediakan ruang bawa sepeda di bagian bagasinya.

Begitu pula bus Damri rute Bogor-Jakarta, yang menyediakan ruang bagasi gratis untuk penumpang yang membawa sepeda jenis lipat hingga ukuran menengah.

"KRL (Kereta Rel Listrik) Jabodetabek juga mengijinkan membawa sepeda dalam jumlah tertentu, tapi sepeda lipat," sambung Djoko.

Diberitakan sebelumnya, di media sosial viral berita sejumlah pesepeda masuk bus umum dan menghalangi penumpang yang ingin duduk. Peristiwa ini terjadi di Bandung, Jawa Barat.

Kejadian ini diunggah di twitter oleh akun Debi Rubiansyah (@debirobi), pada Sabtu (28/11/2020). Dalam keterangannya, Debi merasa kecewa karena banyak penumpang bus DAMRI jurusan Padalarang-Kota Baru yang harus berdiri karena sepeda masuk bus umum.

Dalam potongan gambar yang diunggah, tampak sepeda memadati kabin bus dari depan hingga belakang. Terlihat juga satu penumpang bus berdiri akibat tidak mendapat kursi.

Di unggahan twit-nya, Debi juga menyebut akun twitter @damri_bandung dan @infobdg, supaya mendapatkan respons dan tindakan atas perilaku para pengguna sepeda yang dianggap kurang tertib itu.

Laporan Debi langsung mendapatkan respons dari DAMRI Indonesia. Melalui akun twitter resminya, DAMRI Indonesia menjawab keluhan tersebut.

"Halo Kak Debi. Mohon maaf atas kejadian tidak menyenangkan yg kakak alami. Kedepannya, apabila ada penumpang membawa sepeda, kami usahakan peletakannya akan ditata secara rapi sehingga tidak mengganggu kenyamanan penumpang lainnya. (1/2)."

Ke depannya pihak DAMRI juga berjanji akan lebih tegas kepada pengguna sepeda yang berjumlah banyak, dengan tidak mengizinkan mereka masuk ke dalam bus.

"Apabila kasusnya sama seperti kejadian yg kakak alami, yakni jumlah sepedanya terlalu banyak, maka secara tegas tidak akan kami naikkan ke dalam bus & harus menunggu bus keberangkatan selanjutnya. Terima kasih atas laporannya, akan kami jadikan bahan evaluasi ke depan (2/2)."



Simak Video "Penyanderaan 12 Jam di Ukraina Berakhir "
[Gambas:Video 20detik]
(lua/riar)