Tol Cipali Dibatasi Tali Baja Ini, Seberapa Kuat?

Rizki Pratama - detikOto
Jumat, 27 Nov 2020 18:18 WIB
Persiapan Tol Cipali jelang libur Nataru 2020-2021.
Tol Cipali pasang wire rope sebagai pembatas jalur. Foto: Rizki Pratama
Jakarta -

Demi mengurangi risiko kendaraan dari jalur berbeda tabrakan, Tol Cipali menambahkan pembatas jalan. Bukan beton atau plat besi seperti di pinggir jalan, pembatas ini berupa tali baja. Apakah pembatas ini cukup kuat?

Direktur Operasi ASTRA Tol Cipali, Agung Prasetyo mengatakan Kawat ini memiliki kekuatan menahan beban seberat 80 ton. Kawat ini selain menahan kendaraan lepas kendali keluar jalur juga membatasi pengendara nakal yang dulu sempat mencoba menyalip atau berpindah jalur.

"Astra Tol Cipali kini juga menambahkan pembatas jalan jenis wire rope yang sudah terpasang sepanjang 44 KM dan sampai akhir Desember akan terpasang 79 Km. Rencananya sebelum Lebaran tahun 2021 wire rope akan terpasang di Ruas Tol Cipali sepanjang 106 KM. Wire rope merupakan pagar pembatas yang terbuat dari sling baja yang mampu menahan beban kendaraan sampai dengan 80 ton. Dengan pemasangan wire rope ini diharapkan fatalitas yang terjadi di Tol Cipali akan terus menurun," kata Agung.

Saat ditengok tim detikcom, sling baja ini dipasangkan ke dalam tiap pancang. Pancang tersebut ditanamkan ke tanah sedalam 1 meter. Ada 4 untaian sling baca yang artiya masing-masing tali memiliki kekuatan 20 ton.

"Ada 4 wire rope, masing-masing kekuatannya 20 ton," ujar Agung.

Sementara itu perawatan wire rope juga cukup mudah. Apabila tertabrak yang rusak dan perlu diganti hanya pancangnya. Sementara itu wire rope hanya perlu perawatan ketegangannya.

"Ini kalau ditabrak paling cuma post-nya yang rusak dan tinggal diganti. Kalau wire rope-nya paling jadi lebih lentur kalau kena tabrak jadi bisa dikencangkan lagi pakai alatnya," terang Agung.



Simak Video "Kecelakaan di Tol Cipali, Mobil Remuk-Satu Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/riar)