Jumat, 20 Nov 2020 13:14 WIB

IMI Bikin Aturan Touring, Royal Enfield Ikut Putusan Pemerintah Saja

Rizki Pratama - detikOto
Komunitas pecinta motor Royal Enfield, Royal Riders Indonesia (RoRI) secara akbar membuka International Royal Enfield Jambore 2019 – Bali, Indonesia. Tanggapan Royal Enfield soal aturan touring yang dibuat IMI (Foto: dok. RoRI)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu anggota klub moge melakukan aksi kekerasan terhadap dua anggota TNI di Sumbar. Ikatan Motor Indonesia (IMI) pun mengeluarkan aturan khusus untuk para komunitas yang ingin touring agar hal ini tak terulang.

Aturan ini dikatakan sudah lama disiapkan dan akan disahkan tahun depan. Namun, karena adanya peristiwa di Sumbar itu, aturan ini akan dikeluarkan paling cepat pada bulan Desember 2020.

Royal Enfield, salah satu merek motor yang cukup lekat pula dengan kegiatan komunitas, termasuk touring, memberikan pandangannya terhadap rencana ini.

"Kalau IMI kan bukan regulator, saya belum mendengar secara jelas. Kecuali, regulasi itu dibuat oleh pemerintah, tentunya kalau pemerintah yang melakukan siapapun harus mengikuti," tanggap Country Manager Royal Enfield Indonesia, Irvino Edwardly, di sela-sela kegiatan Ride After Dark di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Kamis (19/11/2020).

"Kita juga sama, semua yang kita lakukan sesuai peraturan dari pemerintah itu sendiri," timpalnya.

Soal aturan ini juga, Vino mengaku tak ada diskusi terlebih dahulu dengan para komunitas, khususnya Royal Enfield. "Untuk saat ini tidak ada obrolan," jawabnya.

Ketua Umum PP IMI, Sadikin Aksa, mengatakan ketentuan soal touring tersebut tidak bermaksud mengatur para komunitas. Ia berharap aturan ini dapat mempererat hubungan dengan komunitas.

"Kalau mereka jalan tidak mengikuti aturan IMI bukan salah kita dong, karena komunitas kan tidak bisa kita kontrol. Nah kita mau merangkul komunitas dan ingin memberitahukan anjuran touring seperti ini," ucap Sadikin.

Aturan IMI tersebut akan mengatur lebih baik tata tertib touring. Termasuk wajib ada penanggung jawab, harus survey rute terlebih dulu, dan perangkat touring yang benar-benar paham seperti road captain atau sweeper.

"Sebenarnya kami ingin launching tahun depan tapi karena ada kejadian kemarin akan kita percepat. Jadi kalau ada yang mau touring harus melapor ke IMI dan ini nanti ada kelas-kelasnya berdasarkan mesin. in sya allah kalau tidak ada halangan tanggal 25 November 2020 akan kita resmikan aturan berkendara touring," ucao Sadikin beberapa waktu lalu.



Simak Video "Viral Konvoi Moge di Tangsel Terobos Lampu Merah dan Dikawal"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com