Kamis, 19 Nov 2020 19:59 WIB

Mobilnya di Rumah, Anggota DPRD Sragen Dikirim E-TLE dari Jakarta, Kok Bisa?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Pemasangan kamera tilang elektronik atau E-TLE diperluas. Kali ini kamera e-TLE yang dipasang di Jalan Gajah Mada, Jakarta, siap memantau pengendara yang melanggar lalu lintas. Ilustrasi tilang elektronik. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Bambang Widjo Purwanto, salah satu anggota DPRD Sragen heran setelah ia menerima surat tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (E-TLE) dari Jakarta. Padahal, Bambang mengaku tidak keluar rumah, mobilnya juga di tidak ke mana-mana.

Menurut pengakuan Bambang, surat tilang elektronik tersebut menyatakan dirinya melakukan pelanggaran lalu lintas pada tanggal 13 November 2020. Dalam surat tersebut, Bambang ditulis melakukan pelanggaran karena menggunakan handphone/mengemudi tidak wajar.

"Lho saya terkejut. Saya kan tidak ke Jakarta bagaimana bisa kena tilang Polda Metro Jaya. Terlebih selama ini saya belum pernah kena tilang, apalagi e-tilang," kata Bambang.

Ternyata, setelah melihat foto rekaman CCTV, mobil yang tertangkap E-TLE berbeda dengan mobil milik Bambang. Hanya, pelat nomornya benar-benar sama.

Bambang mengatakan, selain memakai pelat nomor miliknya, B-705-PUR, mobil yang dipakai orang tersebut juga memiliki jenis, warna dan merek yang sama dengan mobilnya. Perbedaan hanya terlihat dari grill depan, dimana mobil milik Bambang sudah diganti dengan grill bercorak merah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum (Kasubdit Bin Gakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar, mengatakan pihaknya harus mendalami kejadian ini.

"Saya juga harus mendalami, bukan berarti bahwa keterangan beliau tidak benar, tapi kami sebagai penyidik kan tetap harus ada konfirmasi. Karena kan di surat itu kita minta konfirmasi ya. Jadi kami daasarnya informasinya dari (konfirmasi) yang bersangkutan," kata Fahri kepada detikcom, Kamis (19/11/2020).

Menurut Fahri, pemilik kendaraan yang dikirimi E-TLE harus segera melakukan konfirmasi kepada Ditlantas Polda Metro Jaya. Konfirmasi itu diperlukan untuk membuktikan apakah betul yang bersangkutan melakukan pelanggaran.

"Dari konfirmasi itu kan kita bisa lihat, oh benar keterangan yang diberikan. Oh keterangan yang diberikan perlu kita dalami," ujar Fahri.

Lanjut Fahri, pihaknya sudah memiliki prosedur untuk menangani hal ini. Jika memang hasil dari konfirmasi pemilik kendaraan bahwa mobil tersebut bukan miliknya tapi menggunakan pelat nomor yang sama, pihak Ditlantas Polda Metro Jaya punya prosedur yang harus dilakukan.

"Makanya kan kita kirim surat konfirmasi. Konfirmasi itu meminta supaya ada penjelasan yang diberikan kepada kita tentang subyek si pelanggar. Kalau ternyata subyek si pelanggar tidak bisa dijelaskan dikarenakan memang yang bersangkutan tidak tahu, nggak apa-apa. Tapi dijelaskan kenapa tidak tahunya. Dari situlah dari urutan-urutan penjelasan itu nanti yang akan kita kategorikan mana yang masuk ke dalam tindakan, apakah kita blokir, apakah kita lakukan investigasi lebih lanjut. Intinya sih konfirmasi aja," jelas Fahri.

Fahri sendiri belum bisa memastikan apakah ada tindakan penggunaan pelat nomor palsu pada kendaraan yang terkena tilang elektronik tersebut.



Simak Video "Pengumuman! Tilang Elektronik Motor Berlaku Hari Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com