Suzuki Juara Dunia MotoGP 2020, Ini Motor-motor Legendarisnya di Indonesia

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 16 Nov 2020 15:25 WIB
Suzuki RG 150
Motor legendaris Suzuki RG 150. (Motorcyclespecs)
Jakarta -

Suzuki resmi jadi juara dunia MotoGP 2020 setelah kali terakhir memenangi ajang ini 20 tahun silam. Tentunya hal ini menjadi pencapaian terbaik Suzuki, karena mampu memutus dominasi Honda dan Yamaha di kompetisi balap motor paling populer di dunia itu.

Suzuki Motor Corporation sendiri sudah memasuki usia ke-100 di tahun ini. Sementara di Indonesia, Suzuki genap berumur 50 tahun. Selama itu, Suzuki telah melahirkan beberapa produk motor yang legendaris dan melekat di benak konsumen Indonesia.

Disarikan dari berbagai sumber, setidaknya ada 5 sepeda motor legendaris Suzuki yang sempat meramaikan industri otomotif roda dua di Tanah Air. Berikut ulasannya:

Suzuki RGR 150 (1989-1999)

Suzuki RGR 150 masuk Indonesia pada tahun 1989. Motor sport fairing ini diimpor dari Thailand. Di zaman keemasannya, nama RGR 150 cukup tersohor karena kerap merajai berbagai Event Road Race. Motor ini dibekali mesin 147 cc, 2-tak, berpendingin udara, yang bisa menghasilkan daya maksimal 26,5 PS pada 9.500 rpm dan torsi 20,5 Nm pada 8.000 rpm.

Suzuki Thunder 125 (2004-2015)

Masih dari lini motor sport, produk legendaris kedua Suzuki di Indonesia adalah Thunder. Suzuki Thunder sudah diproduksi secara lokal di oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Sepeda motor yang diluncurkan pada tahun 2004 ini punya mesin 125 cc, 4-tak, SOHC, yang mampu mengeluarkan power 11,8 PS di 9.000 rpm dan torsi 9,4 Nm di 7.500 rpm.

Suzuki Indonesia juga sempat mendatangkan Thunder versi 250 cc secara CBU pada 1999. Mesin Thunder 250 tentu lebih powerfull, dengan output daya maksimal 22,3 PS pada 7.500 rpm dan torsi 20,6 Nm di 6.000 rpm.

Suzuki Satria 120 (1997-2005)

Tidak hanya produk motor sport, Suzuki juga memiliki banyak lini motor bebek yang tidak kalah legendaris. Salah satunya adalah Suzuki Satria 2-tak. Motor ini kali pertama hadir di Indonesia pada 1997, dengan nama Satria 120S. Model ini hadir dalam beberapa versi lagi, seperti Satria 120RU dan Satria 120LSCM. Karena mesinnya diturunkan dari keluarga RG series, performanya tentu tidak main-main. Mesin 2-tak Satria bisa menghasilkan 13,5 PS pada putaran mesin 8.000 rpm dan torsi 14,8 Nm di 7.000 rpm. Saking melegendanya motor ini, nama 'Satria' kemudian disematkan pada bebek underbone Suzuki yang mengusung mesin 150 cc, DOHC, 4-tak.

Suzuki Tornado GS/GX 110 (1994-1997)

Sebelum Satria hadir di Indonesia, Suzuki Tornado sudah lebih dulu terkenal di Tanah Air. Motor ini sempat merajai era balap 1990-an. Tornado series mengusung mesin 110 yang sebelumnya dipakai di Suzuki Crystal. Soal performa, Tornado GS 110 bisa menghasilkan power maksimal 13,1 PS pada 7.500 rpm dan torsi 12,5 Nm di 7.500 rpm. Sementara untuk varian GX, punya tenaga yang lebih kecil, yakni 9,6 PS pada 7.500 dan torsi 11,5 Nm pada 5.000 rpm.

Suzuki Shogun 110 (1995-2003)

Naman lain yang juga cukup legendaris adalah Suzuki Shogun. Versi 110 cc motor diproduksi dari 1995 hingga 2003. Sementara untuk versi 125 cc, dibuat dari 2004 hingga 2011 dengan branding Shogun Axelo. Pada rentang 1990-an hingga 2000-an, generasi Shogun terus eksis dengan perkembangan mesin 2-tak ke 4-tak. Beberapa model Shogun yang sudah dirilis antara lain 110R, 125R, Shogun 125 SP, New Shogun 125, dan Shogun FI,

Dari semua generasi Shogun, Shogun lansiran 1995-1997 yang paling legendaris. Sebab model yang dikenal dengan julukan 'Shogun Kebo' ini memiliki teknologi CDI (Capacitor Discharge Ignition) yang tidak memiliki limiter dan tahan lama. Selain CDI yang diakui ketangguhannya, beberapa komponen Shogun Kebo seperti kruk as, klep, rantai keteng, dan kampas kopling juga dikenal karena kekuatannya.



Simak Video "Tepuk Tangan Perpisahan Mir hingga Dovi untuk Cal Crutchlow"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)