Joe Biden Menang, Ford dan GM Surati White House

Rizki Pratama - detikOto
Senin, 09 Nov 2020 16:25 WIB
Mampukah Joe Biden Tepati Janji Pulihkan Kerja Sama Global?
Menang Pilpres, Ford dan General Motors kirim surat ke White House. Foto: DW (News)
Jakarta -

Joe Biden terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat ke-46 setelah mengalahkan Donald Trump lewat pemilihan umum. Setelah kemenangan Biden dipastikan, dua raksasa otomotif AS, Ford dan General Motors mengirim surat ke White House, istana kepresidenan AS.

Surat ini berisikan pernyataan selamat kepada Joe Biden. Dilansirkan dari Autoblog, seorang wartawan Reuters yang mendapatkan akses terhadap surat ini membagikan isi pernyataan itu lewat akun twitter pribadinya, @davidshepardson.

"Kami ucapkan selamat kepada Presiden terpilih Biden dan semua struktur baru pemerintahan. Ini adalah harapan kepada pemimpin yang akan fokus menyatukan bangsa, mendorong manufaktur AS, keberlangsungan, dan kestabilan ekonomi global," tulis Ford.

"Kami tidak sabar bekerja dengan kepemimpinan baru dan berbagai perangkat kepemerintahan yang akan mendukung konsumen, dealer, dan karyawan, membantu memperkuat manufaktur dan mendukung visi kami dalam mobil listrik, masa depan bebas emisi, kata General Motors.

Joe Biden memang menjadi harapan industri otomotif AS yang beberapa tahun terakhir terus merorost. Biden juga akan memberikan dukungan pada peralihan energi fosil ke energi listrik.

Salah satu rencana Biden adalah menciptakan 1 juta pekerjaan baru di seluruh industri otomotif. Sebanyak 1 juta pekerjaan baru itu termasuk di perusahaan pemasok komponen hingga produsen dan infrastrukturnya.

Serikat Pekerja Mobil (UAW) Amerika Serikat, yang mewakili lebih dari 400.000 anggota aktif, pada bulan April mendukung kandidat presiden dari Partai Demokrat ini. Tetapi, banyak pekerja otomotif khawatir bahwa beralih ke kendaraan listrik akan menghancurkan pekerjaan mereka. Meski begitu, setidaknya Joe Biden menjanjikan 1 juta lapangan kerja baru di industri otomotif.

Joe Biden telah menjanjikan US$ 400 miliar investasi publik dalam energi terbarukan, termasuk teknologi baterai dan kendaraan listrik. Bagian dari rencana iklim Biden termasuk mendedikasikan pengeluaran pemerintah untuk mendukung kendaraan listrik, dengan 500.000 outlet pengisian kendaraan listrik baru pada akhir tahun 2030. Artinya, outlet pengisian kendaraan listrik akan meningkat signifikan dari saat ini yang hanya 87.600 outlet.

Tak cuma itu, Biden juga mengatakan dia ingin mendorong konsumen untuk membeli mobil listrik melalui kredit pajak. Pemerintah federal AS saat ini memberikan subsidi mobil listrik dengan keringanan pajak konsumen sebesar US$ 7.500 untuk 200.000 kendaraan pertama yang dijual oleh produsen mobil.

Joe Biden mengatakan dia ingin kredit pajak menguntungkan konsumen kelas menengah dan memprioritaskan pembelian kendaraan buatan Amerika. Biden juga mengatakan dia ingin membuat program rabat "cash for clunkers" yang akan mendorong orang Amerika untuk menukar mobil lama mereka yang berpolusi dengan kendaraan listrik baru.



Simak Video " Ini Besaran Gaji Joe Biden Jadi Presiden AS"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)