Pengamat: Pemotor Pengawal Ambulans Muncul karena Sistem Tidak Berfungsi

Rizki Pratama - detikOto
Rabu, 14 Okt 2020 10:30 WIB
Kijang Innova Jadi Mobil Ambulans
Ambulans masih sering tidak dianggap sebagai kendaraan dengan prioritas di jalan. Foto: Dok. Toyota Indonesia
Jakarta -

Sebagai negara hukum, banyak hal telah diatur termasuk aturan mengenai kendaraan yang mendapat prioritas utama di jalan. Dari berbagai jenis kendaraan yang diberikan prioritas, hanya mobil pejabat yang tampaknya mendapat hak khusus.

Kendaraan prioritas lain seperti ambulans di mana nyawa orang dipertaruhkan waktu kerap kali tak mendapat prioritas tersebut. Alih-alih dikawal polisi, warga sipil yang tergabung ke dalam komunitas pengawal ambulans yang turun tangan.

Pengamat Otomotif, Yannes M. Pasaribu melihat fenomena ini sebagai buntut dari tidak berjalannya sistem dan aturan lalu lintas yang berlaku. Berbagai pihak salah di sini. Pertama banyak pengguna jalan yang tidak paham akan aturan mengenai prioritas ambulans. Lalu, kelalaian pengguna jalan ini pun diiringi kurang tegasnya penegakkan hukum. Hasilnya muncul individu atau kelompok yang resah akan masalah ini dan mencoba memperbaikinya.

"Akhir-akhir ini memang semakin banyak bermunculan komunitas-komunitas baru di masyarakat. Komunitas masyarakat umumnya terbentuk karena ada kesamaan tertentu diantara individu-individu yang terlibat. Kesamaan itu dapat dalam bentuk kesamaan pandangan, maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, hobi dan sejumlah kesamaan lainnya. Lebih dari sekadar yang memiliki minat atau hobi yang sama saja," jelas Yannes kepada detikcom, Selasa (13/10/2020).

"Komunitas masyarakat sebagai sebuah subculture sebagai perlawanan/tandingan terhadap hegemoni sistem hegemonik yang ada, yang mereka nilai tidak sesuai dengan harapan dan keinginan mereka untuk menunjukkan eksistensi mereka. Komunitas masyarakat pengawal ambulans pun tampaknya muncul karena permasalahan adanya sistem yang tidak jalan dan sesuai dengan cara pandang mereka," lanjutnya.

Kendati sekilas komunitas ini seperti 'pahlawan', eksistensi mereka tidak bisa dikatakan benar. Berdasarkan aturan, pengawalan itu bukan tugas mereka melainkan tugas kepolisian. Belum lagi di lapangan praktiknya seringkali dianggap meresahkan pengguna jalan lain seperti menggunakan sirine atau bersikap arogan.

"Jadi, walaupun mereka menyatakan bahwa gerakan mereka itu berangkat dari sisi kemanusiaan, dan tugasnya hanya untuk membantu tugas kepolisian, karena tidak selamanya ada pengawalan dari polisi. Sebagai warga sipil mereka juga harus tetap mematuhi semua peraturan yang sudah ada," papar Yannes.

"Klausul pada UU-LLAJ yang sudah menegaskan bahwa setiap hal khusus dalam penggunaan lalu lintas dan angkutan jalan seperti misalnya ambulans tersebut harus ada petugas polisi yang mengawalnya. Jadi, artinya sudah seharusnya pengawalan oleh petugas kepolisian itu menjadi satu kesatuan dengan tugas kerja dan operasional ambulans," tutupnya.



Simak Video "TNI AL Evakuasi 25 Nakes dari Kapal Ambulans Laut yang Bocor"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)