Senin, 05 Okt 2020 09:59 WIB

Awas Kena Macet Demo Buruh, Hindari Empat Ruas Jalan Ini

Ridwan Arifin - detikOto
Antisipasi Demo, Polisi Siagakan Baracuda-Water Canon di Sekitar DPR Awas demo buruh di sekitar gedung DPR/MPR. Perhatikan rekayasa lalulintas yang dilakukan Polri Foto: (Sachril Agustin/detikcom)
Jakarta -

Massa buruh berencana mogok nasional dan menggelar aksi unjuk rasa pada 6-8 Oktober 2020 nanti sebagai bentuk penolakan pada Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja. Ditlantas Polda Metro Jaya mengimbau agar masyarakat menghindari empat titik jalan di sekitar Gedung DPR RI.


"Hindari jalur sekitar gedung DPR/MPR, Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Gelora, Jalan Palmerah Timur, dan Jalan Gatot Subroto," tulis akun TMC Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro, Senin (5/10/2020).

Pihak kepolisian bakal melakukan rekayasa lalu lintas Jalanan yang berada di sekitar Gedung DPR akan dialihkan. Kemudian pintu keluar tol Pulodua juga akan ditutup sementara, lalin akan diluruskan ke arah tol Tomang.

Berikut rincian rekayasa lalu lintas:

- Arus lalu lintas dari Jl. Palmerah Timur arah Jl. Gelora diluruskan ke Jl. Tentara Pelajar

- Arus lalu lintas dari Jl. Gerbang Pemuda arah Jl. Gelora Dibelok ke kiri Jl. Asia Afrika

-Arus lalu lintas dari Tol Dalam Kota yang akan keluar di offramp Pulodua diluruskan ke arah Tol Tomang

- Arus lalu lintas dari Jl. Gerbang Pemuda arah Jl. Gatot Subroto diputar balik ke Doorbrak depan pintu 10 mengarah Jl. Gerbang Pemuda kembali.

Seperti diberitakan sebelumnya buruh berencana mogok nasional pada 6-8 Oktober nanti. Langkah ini diambil sebagai bentuk penolakan pada Rancangan Undang-undang (RUU) omnibus law Cipta Kerja.

"Sampai tadi siang 25 provinsi siap bergabung dari 32 federasi dan konfederasi tadi. Ada sekitar 3.000 perusahaan, memang tidak semua perusahaan. Itu kan ada kelas menengah ke atas, ada juga kecil. Tapi kelas kecil nggak ikut, apalagi UMKM. Yang ikut ini mayoritas perusahaan menengah ke besar, otomotif, elektronik, ritel, farmasi, kimia, energi. Itu diperkirakan 2 juta orang," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal kepada detikcom, Jumat (2/10/2020).

Dua juta buruh ini akan melakukan unjuk rasa secara tersebar, dan diutamakan di lingkungan perusahaan/pabrik. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 selama berunjuk rasa.



Simak Video "SRMI Desak Jokowi Sahkan Perppu Batalkan UU Ciptaker"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com