BBM yang Lebih Mahal Lebih Irit?

Rizki Pratama - detikOto
Sabtu, 03 Okt 2020 14:51 WIB
Mulai hari ini berbagai harga BBM turun serentak, mulai dari bensin premium, solar, Pertamax hingga Pertalite. Harga premium di wilayah Jawa-Madura-Bali turun dari Rp 7.400/liter jadi Rp 7.050/liter.
Apakah lebih mahal bensinnya jadi lebih irit. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Beragam perusahaan berbasis energi menawarkan sejumlah jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraan bermotor di Indonesia. Ada yang memiliki oktan rendah karena murah, ada pula yang memiliki oktan tinggi dengan harga lebih mahal karena diklaim lebih bagus untuk performa mesin.

Alasan lain yang terdengar dan masih jadi perdebatan adalah mengenai efisiensi atau konsumsi bahan bakarnya. Ada yang beranggapan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi lebih irit digunakan.

Sebelum masuk ke sana mari pahami dulu kenapa ada berbagai oktan yang berbeda untuk kendaraan. Perbedaan oktan ini ditujukan untuk menyesuaikan kompresi mesin. Semakin tinggi kompresi mesin semakin tinggi pula oktan yang dibutuhkan untuk mencapai performa sempurna.

Misalnya, motor dengan rasio kompresi mesin 7:1 sampai 9:1 disarankan untuk menggunakan bahan bakar dengan oktan 88 atau paling mentok oktan 90. Mesin dengan rasio kompresi 9:1 sampai 10:1 juga masih cocok dengan bensin dengan oktan 90. Sementara itu oktan 92 untuk mesin dengan rasio kompresi 10:1 sampai 11:1. Pada kompresi mesin 11:1 sampai 12:1, bisa menggunakan bahan bakar oktan 95. Jika kompresinya di atas itu bisa menggunakan bbm dengan oktan 98.

Nah, jika sudah tahu perbedaan BBM berdasarkan keperluannya, apakah oktan ini mempengaruhi efisiensi di dapur pacu? Sebenarnya memang ada perbedaannya dari segi efisiensi, tapi tidak terlalu signifikan.

Sebuah studi yang dilakukan American Automobile Association (AAA) menyebutkan, tak ada manfaatnya mengisi bensin dengan oktan tinggi kalau yang oktan rendah sudah sesuai spesifikasi mesin kendaraan.

Memang ada beberapa mobil yang disarankan menggunakan BBM dengan oktan yang paling tinggi namun tidak semua mobil. Menurut sebuah studi, menggunakan bensin dengan oktan lebih tinggi dari spesifikasi yang seharusnya malah tidak signifikan hematnya.

Studi tersebut dilakukan AAA dengan mengetes beberapa model menggunakan BBM oktan tinggi. Hasilnya mobil-mobil tersebut menghasilkan kenaikan rata-rata efisiensi BBM sebesar 2,7 persen. Secara individu, efisiensi bahan bakar saat menggunakan BBM oktan tinggi bervariasi. Audi A3 model 2016 saat pengujian efisiensi bahan bakarnya malah turun 1%, sedangkan Cadillac Escalade efisiensi bahan bakarnya naik hingga 7,1%.

Namun, AAA menyimpulkan, peningkatan efisiensi bahan bakar yang cuma sedikit tersebut tidak mengimbangi biaya bensin beroktan tinggi yang lebih mahal. Jika bicara soal tenaga, BBM beroktan tinggi memang terbukti mendongkrak tenaga berdasarkan studi AAA. Tenaga kendaraan yang diuji AAA naik rata-rata 1,4%.



Simak Video "Marak Kebakaran SPBU, Pertamina Wanti-wanti Petugas Bandel"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)