Rabu, 30 Sep 2020 20:35 WIB

Warga Protes Tidak Dapat Dispensasi SIM di Masa Pandemi, Begini Jawaban Polisi

M Luthfi Andika - detikOto
Ilustrasi SIM A dan C Ilustrasi SIM (Rachman Haryanto/detikoto)
Jakarta -

Seorang warga Depok Jawa Barat, Ismet protes karena dirinya tidak bisa mendapatkan dispensasi perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) saat pandemi yang diberlakukan Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu. Terlebih berbagai informasi mengatakan para pemilik SIM yang mati pada bulan tersebut mendapat dispensasi hingga Agustus 2020.

Mendengar kabar tersebut Iptu Nurull Kamila Wati, STK, M.Si, Kanit Regident Satlantas Polresto Depok Jawa barat memberikan tanggapannya, kepada detikOto.

"Dispensasi perpanjangan SIM diberikan pada SIM yang habis masa berlaku tanggal 17 Maret-29 mei 2020, dan dapat diperpanjang dari tanggal 2 Juni-31 Agustus 2020. Apabila ada masyarakat yang ingin penjelasan terkait masalah SIM berkenan untuk datang di Satpas 1221 Polres Metro Depok," tulis pesan singkat Nurull kepada detikOto.

Meski demikian, Nurul mengatakan laporan dari warga bernama Ismet terebut akan diteruskan dan ditampung serta diteruskan sebagai bentuk kepedulian petugas terhadap keluhan masyarakat khususnya warga Depok.

Diberitakan sebelumnya, Ismet mengeluh dirinya tidak bisa mendapat dispensasi pembuatan SIM yang habis pada Juni 2020. Membaca pengumuman adanya dispensasi SIM, dia akhirnya baru melakukan perpanjangan SIM pada Agustus. Namun dia ditolak dan harus membuat SIM dari awal.

"Jadi , saya dan istri saya pada bulan Juni (habis masa SIM). Saya tanggal 17 Juni 2020 Istri saya bulan Mei 2020. Ketika masa PSBB awal April kan stay at home, jadi kita semua stay di rumah, saya stay di rumah. Saya baca-baca berita, jadi saya lebih tenang karena kantor polisi juga tutup," awal cerita Ismet.

"Artinya SIM Saya habis berlaku pada bulan tersebut. Karena saya baca berita mati di Juni tidak apa-apa saya stay home terus. Saya baca berita lagi bisa diurusnya sampai Agustus 2020, baru akhirnya saya urus pada Agustus 2020. Ternyata di Depok itu ada dua kepolisian, ada polres Depok dan Polsek Pasar Segar, dua-duanya saya datangi ternyata keduanya mengatakan hanya sampai akhir Mei saja yang bisa diperpanjang (dapat dispensasi)," lanjut Ismet.

Dengan berat hati, Ismet harus pulang dengan tangan hampa tanpa bisa memperpanjang SIM miliknya. Hanya bisa memperpanjang SIM milik istri Ismet.

"Di spanduk SIM yang mati dari tanggal segini sampai tanggal 29 Mei 2020 bisa diperpanjang sampai Agustus 2020. Akhirnya saya memperpanjang SIM istri saya saja. Inikan ini ke Polsek Pasar Segar (mengurusnya). Akhirnya saya ke Polres Depok untuk memastikan lagi, akhirnya dikatakan benar pak polisi mengatakan kalau bulan Juni itu tidak bisa, harus buat baru. Akhirnya saya pulang," kata Ismet.

"Nah minggu depannya saya terpaksa buat baru, saya berusaha buat baru tapi saya tidak mau nembak atau lewat jalur belakang. Saya mau buat dengan sesuai aturan, bagaimanapun juga aturan harus ditaati dong, makanya saya pakai aturan dan saya daftar untuk pembuatan SIM A dan C. Ada tes kesehatannya, ada bayar asuransinya, ada tes tertulisnya dan kedua tes ini lulus. Lalu ada tes praktek," Ismet menambahkan.

Sialnya saat Ismet melaksanakan tes praktek untuk mendapatkan SIM baru Ismet gagal. Bahkan Ismet sudah 3 kali mendaftar dan melakukan pengujian tes pengambilan SIM di Depok, Jawa Barat.

"Mobilnya untuk pengetesan yang digunakan Grand Max saya tidak bisa manual, saya gagal tes pertama. Motor pun gagal, Karena saya tidak terbiasa bawa motor itu. Karena motornya harus menggunakan motor di kepolisian mereknya Yamaha dengan transmisi matik, saya pilih matik sama seperti punya saya (motor matik). Tapi tetap gasnya beda dan remnya beda jadi tidak stabil, akhirnya gagal Itu hari Sabtu. Dan pada tanggal 12 September saya sudah test ketiga kalinya, setiap Sabtu saya ke sana," Ismet mengatakan.

"3 minggu saya praktek, test pertama Agustus lalu sampai September. Saat test pertama saya gagal hari Sabtu, hari Minggu-nya saya latihan naik motor sama anak saya diantar. Saya pakai motor saya sendiri lancar, karena motor di sana berbeda. Pas test berikutnya lahan praktek mobilnya dipakai untuk parkir. Intinya saya sudah test pertama gagal, lalu minggu depannya datang belajar, dan minggu kedua saya test lagi tapi tetap gagal mobil dan motor, dan test ketiga kalinya akhirnya saya patah semangat. Sudah 2 minggu ini saya di rumah, istri saya bilang sudah nanti saja setelah pandemi ini berakhir," ucap Ismet.

Pihak berwajib pun bertindak cepat agar keluhan masyarakat bisa bisa ditangani dengan baik.



Simak Video "Polri Masih Tutup Pelayanan SIM-STNK Sampai 29 Juni"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com