Rabu, 30 Sep 2020 08:49 WIB

Kecelakaan Bikin Miskin, Segini Kerugiannya dalam Seminggu

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Olah TKP kecelakaan lalu lintas di Pantura Rembang, 9/3/2020 Kecelakaan lalu lintas menimbulkan kerugian materiil hampir Rp 2 miliar. Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Jakarta -

Angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih terbilang tinggi. Dalam sepekan, lebih dari 1.000 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di Indonesia.

Sebuah penelitian menunjukkan, kecelakaan lalu lintas bikin korban dan keluarganya jatuh miskin. Soalnya, angka kecelakaan tertinggi masih berada di usia produktif di mana sebagian besar juga merupakan tulang punggung ekonomi keluarga.

"Ini penelitian yang dilakukan sekolah tinggi manajemen transportasi POLRI, 63 persen keluarga korban kecelakaan itu menjadi miskin," kata Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) Edo Rusyanto.

"Misalnya dia (korban) adalah tulang punggung keluarga, kemudian hilang sumber ekonominya, praktis anak dan istrinya akan terpengaruh dari sisi kesehatan, pendidikan, makanan, dan seterusnya," jelas dia.

Lebih lanjut dalam riset itu juga disebutkan kategori Keluarga Korban Berat, sebanyak 67 persen tingkat kesejahteraan turun, 13 persen mengalami kemiskinan, 7 persen ekonomi dapat pulih, dan 12 persen tidak mengalami penurunan ekonomi.

Tak cuma itu, kecelakaan lalu lintas juga menimbulkan kerugian materiil yang tidak sedikit. Setidaknya, selama sepekan kerugian akibat kecelakaan lalu lintas mencapai hampir Rp 2 miliar.

Menurut Karo Penmas Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono, angka kecelakaan lalu lintas pada minggu ke-39 tahun 2020 sebanyak 1.103 kejadian. Korban meninggal dunia mencapai 226 orang, luka berat 129 orang, dan luka ringan sebanyak 1.280 orang.

"Dan kerugian materiil senilai Rp 1.771.100.450," kata Awi dalam konferensi pers yang ditayangkan secara virtual.

Polda Jawa Timur menjadi wilayah dengan jumlah kecelakaan lalu lintas tertinggi pada sepekan itu. Sebanyak 297 kecelakaan terjadi di sana selama seminggu. Korban meninggal dunia sebanyak 51 orang, luka berat 6 orang, luka ringan 387 orang, dan kerugian materiil senilai Rp329.050.000.

Wilayah Polda Jawa Tengah di posisi kedua dengan angka kecelakaan lalu lintas sebanyak 245 kejadian, korban meninggal dunia sebanyak 22 orang, luka berat dua orang, luka ringan 282 orang. "Dan kerugian materiil Rp211.200.000," ujar Awi.

Di posisi ketiga adalah Polda Jawa Barat. Jumlah kecelakaan lalu lintas di sana sebanyak 113 kejadian, korban meninggal dunia 30 orang, luka berat 29 orang, luka ringan 112 orang, dan kerugian material Rp194.450.000.

Kemudian di wilayah Polda Metro Jaya terjadi kecelakaan sebanyak 66 kejadian, korban meninggal dunia 15 orang, luka berat 12 orang, luka ringan sebanyak 58 orang, dan kerugian materiil Rp93.100.000.

Kelima, Polda DIY, jumlah angka kecelakaan lalu lintas sebanyak 61 kejadian, meninggal dunia tujuh orang, luka berat dua orang, luka ringan 85 orang, dan kerugian materiil senilai Rp43.050.000.



Simak Video "Kecelakaan Maut di Wonosobo, 3 Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com