Kamis, 17 Sep 2020 21:40 WIB

Sidang di Tempat saat Razia Masker Diprotes: Justru Munculkan Kerumunan

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Sejumlah warga terjaring razia dalam operasi yustisi pencegahan COVID-19 di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Mereka yang terjaring langsung disidang di tempat. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Saat PSBB juga digelar operasi gabungan yang menjaring masyarakat yang melanggar ketentuan PSBB. Salah satunya adalah penggunaan masker.

Evani Jesslyn curhat di Instagram saat ia harus disetop petugas karena menurunkan sedikit maskernya saat nyetir di mobil sendiri. Saat itu, Evani langsung disidang di tempat karena kesalahannya menurunkan sedikit maskernya.

Evani yang sebelumnya merasa aman berada di mobil sendirian, malah digiring ke lokasi sidang di tempat yang banyak orang menunggu giliran disidang. Dia mengkritik, sidang di tempat tersebut malah menimbulkan kerumunan.

"Kalau dari aku poinnya pokoknya jangan bergerombol. (Operasi besar-beasaran) bukan menjadi alasan dibuat itu malah jadi bergerombol. Maksudnya, mau social distancing kan bisa. Kalau mau ada peraturan kayak gini kan harusnya udah disiapin kayak implementasi di lapangan harus seperti apa, supaya tetap PSBB kan. Karena mereka yang justru menjadi contoh," kata Evani kepada detikcom, Kamis (17/9/2020).

Evani tak mempermasalahkan kesalahannya menurunkan masker yang berujung didenda Rp 50 ribuan. Bahwa sanksi denda yang ia terima tersebut sudah berdasarkan peraturan.

"Kalau ada peraturannya begitu, ya sudah. Poinku lebih ke arah kalau yang bergerombol itu jelas pasti melanggar PSBB. Dan aku malah disuruh/digiring ke situ. Itu yang membuat aku nggak nyaman sekali," sebut Evani.

Saat disidang di tempat di lokasi Operasi Yustisi di Danau Sunter, kemarin, Evani mengaku banyak yang terjaring razia juga. Mereka yang terjaring razia juga harus menunggu giliran disidang di tempat, sehingga Evani harus menunggu cukup lama untuk mendapat giliran disidang.

"Aku juga nggak lihat jam, sekitar 1 jam lah dari ketangkep sampai selesai. Banyak banget yang ditangkap. Mereka kebanyakan yang ketangkep itu yang di mobil sendirian gitu," katanya.

"Aku juga kan mau meeting jam 9. Iya (terganggu waktunya). Habis itu juga capek kan. Banyak orang, parno, udah nggak mood," tambahnya.

Dalam video yang diunggah Evani Jesslyn, memang terlihat kerumunan orang baik di dalam maupun di sekitar tenda/posko yang dijadikan tempat sidang. Terdiri dari petugas gabungan dan warga yang terjaring razia, ini yang dianggap mengkhawatirkan. Apalagi ada beberapa orang yang tidak menerapkan physical distancing dan malah ada petugas yang tak memakai masker dengan baik.



Simak Video "Warga Tak Bermasker di Polman Sulbar Meningkat"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com