Kamis, 17 Sep 2020 07:46 WIB

Viral, Nyetir Mobil Sendiri Didenda Gegara Turunkan Masker ke Dagu

Tim detikcom - detikOto
Petugas gabungan gelar Operasi Yustisi di Jakarta Utara. Kegiatan itu digelar serentak di kawasan Ibu Kota di hari pertama PSBB Jakarta diperketat Pengguna kendaraan tetap wajib memakai masker. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di DKI Jakarta saat ini, semua masyarakat yang keluar rumah wajib mengenakan masker. Hal itu sudah diatur dalam Peraturan Gubernur.

Bahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewajibkan masyarakat tetap menggunakan masker meski di dalam kendaraan bermotor seperti mobil pribadi. Baru-baru ini viral cerita seorang wanita yang dikenakan sanksi hanya karena menurunkan masker ke dagu. Padahal, dia nyetir mobil pribadi dan tidak ada orang lain di dalamnya.

"Aku ketangkap gara-gara di mobil sendirian terus aku karena pengap kan terus mau bernapas dikit (menurunkan masker), ditangkap dong. Dan sekarang aku berada di posko," kata wanita bernama Evani Jesslyn di video yang viral itu.

"Malah ini (di posko) sebenarnya ramai orang, mereka malah lebih-lebih lagi nggak PSBB. Dan aku yang lagi sehat, disuruh ke sini untuk duduk dan berkurumun dengan mereka semua," sambungnya.

Evani yang merupakan seorang barista kondang tersebut mengatakan dia harus turun dari mobil dan menunggu untuk disidang ditempat. Pilihan sanksinya didenda atau melakukan kerja sosial. Akhirnya, ia dikenakan denda administrasi sekitar Rp 50 ribuan.

"Nah jadi buat teman-teman hati-hati. Selama di mobil pakai terus maskernya, harus posisi on," saran Evani.

Dia berpendapat, keputusan ini harus dipertimbangkan ulang. Sebab, Evani yang sebelumnya merasa aman di dalam mobil sendirian, jadi merasa khawatir ketika harus disuruh turun dari mobil untuk disidang di tempat.

"Karena masak kalau di mobil sendirian jelas nggak ada siapa-siapa, kita mau nularin siapa dan ditularin siapa, itu kok harus pakai masker, dan kita ditangkap. Tapi setelah itu digiringnya justru ke tempat yang ramai, penuh kerumunan, dan mereka pun nggak melaksanakan protokol PSBB. Jadi menurut aku itu sesuatu yang perlu dibenahi," ujarnya.

"Kalau dibilang, mungkin aku ini lebih parno terhadap pandemi ini. Jadi pas digiring ke sana aku tuh jadi takut, karena itu kerumunannya orangnya banyak banget," sebut Evani.

[Gambas:Instagram]






Simak Video "Ada 258 Kasus Baru di Jakarta Jelang Berakhirnya PSBB Transisi"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com