Senin, 14 Sep 2020 18:46 WIB

Setelah Kalah Hak Paten dari Nokia, Kini Daimler Kalah dari Sharp

Rizki Pratama - detikOto
Logo Mercedes Benz Daimler kalah dari Sharp perkara hak paten. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Setelah bulan lalu Daimler kalah dalam sengketa hak paten dengan Nokia, kini Daimler harus kalah dari Sharp pada perkara yang sama. Sharp baru saja memenangkan pertarungan melawan Daimler di meja hijau terkait penggunaan teknologi seluler pada mobilnya.

Atas kemenangannya itu, Pengadilan Munich mengizinkan Sharp untuk melarang penjualan kendaraan Daimler. Kemenangan Sharp ini berarti Daimler menggunakan teknologi dari perusahaan lain tanpa izin.

Daimler memberikan tanggapan atas hukuman yang akan diterimanya kepada media. Pabrikan mobil asal Jerman itu tidak akan menerima begitu saja dan akan melakukan banding. Daimler juga menegaskan tidak akan ada penghentian penjualan dalam waktu dekat.

"Kami tidak memahami keputusan Pengadilan Regional Munich dan akan mengajukan banding terhadapnya. Kami tidak berencana penghentian produksi atau penjualan," tanggap Daimler melalui surat elektronik.

Di sisi lain Sharp harus memberikan jaminan sebesar USD 6,5 miliar sebelum dapat memberlakukan hak dari putusan tersebut. Secara tidak langsung jika ini dilakukan Daimler mendapatkan hak untuk melakukan banding. Jika Daimler menang dalam banding ini maka uang Sharp akan dikembalikan.

"Kami memiliki pendapat hukum yang berbeda tentang bagaimana memberikan lisensi paten di industri otomotif untuk standar telekomunikasi. Kami yakin bahwa perusahaan tidak dapat dilarang menggunakan paten tersebut jika pemasoknya bersedia membayar lisensi yang sesuai. Kami akan mengklarifikasi pertanyaan ini selama proses banding," lanjut pernyataan tersebut.

Jumlah paten yang diajukan juga sudah berkurang dari awal. Dari beberapa klaim yang diajukan sudah ditarik kembali oleh Sharp dari tuntutannya.

"Putusan itu hanya menyangkut sebagian kecil dari gugatan awal, karena Sharp telah menarik sebagian klaimnya. Alasannya adalah bahwa lisensi telah dibuat antara pemasok Daimler dan Sharp untuk sementara. Ini menunjukkan bahwa model kami, mendapatkan lisensi dari pemasok, jadi pada dasarnya memungkinkan," tutup Daimler dalam pernyataan tersebut.



Simak Video "Blokir Huawei, Inggris Gandeng Nokia Jadi Pemasok Jaringan 5G"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com