Jumat, 11 Sep 2020 19:50 WIB

Ngenes, McLaren Berencana Jual Kantor Pusatnya dan Mau Ngontrak Saja

Rizki Pratama - detikOto
MELBOURNE, AUSTRALIA - MARCH 12: McLaren pitstop equipment is pictured in the Pitlane during previews ahead of the F1 Grand Prix of Australia at Melbourne Grand Prix Circuit on March 12, 2020 in Melbourne, Australia. (Photo by Robert Cianflone/Getty Images) McLaren jual kantor pusatnya. Foto: Getty Images/Robert Cianflone
Jakarta -

Krisis keuangan yang dialami McLaren diamplifikasi oleh krisis kesehatan pandemi virus Corona. Kendati telah mendapatkan suntikan dana dari milyarder Lawrence Stroll, perusahaan hypercar asal Inggris itu masih merana.

Salah satu upaya ekstrim untuk tetap beroperasi pun disiapkan. McLaren kabarnya semakin dekat untuk menjual markas besarnya yang ada di Woking, Inggris, kepada agensi real estate.

Meski dijual, dalam kontrak penjualan itu McLaren tak perlu mencari rumah baru. Hanya saja McLaren akan menetap di sana dengan sistem sewa yang akan dibayar kepada pemilik baru dari fasilitas tersebut.

"Ada potensi penjualan dan menyewa kantor pusat global kami serta penunjukan bank untuk sebagai penasihat keuangan kami yang akan menangani hutang dan peningkatan ekuitas. Itu adalah bagian dari strategi pembiayaan yang sudah kami umumkan awal tahun ini," ujar juru bicara McLaren.

"Penjualan dan sewa-balik yang diusulkan merupakan solusi terbaik di antara perusahaan terkemuka dan tidak akan berdampak pada operasi sehari-hari kami. Markas McLaren, yang terdiri dari Pusat Teknologi McLaren, Pusat Produksi McLaren dan Pusat Kepemimpinan Intelektual McLaren, adalah fasilitas kelas dunia ikonik yang akan tetap menjadi rumah kami di masa depan," lanjutnya.

Markas McLaren didirikan dan secara resmi dibuka pada tahun 2003 yang mana menjadi pusat perkantoran McLaren, garasi koleksi mobil McLaren, fasilitas uji, dan merupakan properti besar dengan beberapa danau dan tanaman hijau di sana. Markas McLaren ini adalah salah satu situs otomotif paling ikonik.

Sayangnya properti ini akan segera menjadi milik orang lain. Diperkirakan dana sebenar USD 265 juta cair dari penjualan markasnya tersebut.

McLaren mengalami situasi buruk di tengah pandemi mulai dari berhenti produksi hingga penurunan angka penjualan yang signifikan. McLaren bahkan sempat mengajukan pinjaman ke pemerintah Inggris namun ditolak.



Simak Video "Kecelakaan di Tol Jagorawi, Supercar McLaren Ringsek Parah!"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com