Sabtu, 05 Sep 2020 18:54 WIB

Pria yang Bantu Carlos Ghosn Kabur Akan Diekstradisi

Rizki Pratama - detikOto
Mantan ketua Nissan Motor Carlos Ghosn meninggalkan Rumah Detensi Tokyo di Tokyo, Jepang, 25 April 2019. Pria yang bantu Carlos Ghosn diekstradisi. Foto: REUTERS / Issei Kato
Jakarta -

Dua pria Amerika yang dituduh menyelundupkan mantan bos Nissan Motor Carlos Ghosn keluar dari Jepang diputuskan dapat diekstradisi. Hakim AS Donald Cabell mengeluarkan putusan yang menyetujui ekstradisi Michael Taylor, seorang veteran Pasukan Khusus Angkatan Darat AS, dan putranya Peter Taylor, tetapi keputusan akhir ada pada Departemen Luar Negeri.

"Masa depan keluarga Taylors sekarang akan ditangani oleh Departemen Luar Negeri, yang tidak seperti Pengadilan dapat mempertimbangkan penolakan Jepang dalam pengajuan ekstradisi. Kondisi penjara dan hukuman yang mengerikan di Jepang telah menuai cemoohan dunia," kata pengacara mereka, Paul Kelly dalam sebuah pernyataan.

Keluarga Taylors dicari oleh Jepang sehingga mereka dapat diadili dengan tuduhan bahwa mereka membantu Ghosn melarikan diri. Proses melarikan diri itu dipercaya dengan Ghosn masuk ke dalam sebuah kotak dan diterbangkan menggunakan jet pribadi. Penerbangan pertama dilakukan ke Turki, lalu ke Lebanon di mana Ghosn memiliki kewarganegaraan dan di sana tidak ada perjanjian ekstradisi dengan Jepang.

Ghosn mengatakan dia melarikan diri karena dia tidak mendapatkan pengadilan yang adil, menerima perlakukan yang tidak wajar dalam masa penahanan dan dilarang bertemu istrinya dengan syarat jaminan. Ghosn membantah tuduhan bahwa dia memanipulasi laporan pendapatannya. Ia juga bersikukuh tidak melakukan pelanggaran kepercayaan dengan mengalihkan uang Nissan untuk keperluan pribadinya.

Catatan bank menunjukkan Ghosn mengirim lebih dari USD 860.000 ke perusahaan yang terkait dengan Peter Taylor pada Oktober 2019, kata jaksa dalam dokumen pengadilan. Putra Ghosn juga melakukan pembayaran cryptocurrency dengan total sekitar USD 500.000 kepada Peter Taylor dalam lima bulan pertama tahun ini, kata jaksa penuntut.

Taylors telah dikurung di penjara Massachusetts sejak mereka ditangkap pada Mei. Pengacara mereka tidak pernah membantah tuduhan tersebut, tetapi berpendapat bahwa mereka tidak dapat diekstradisi karena mereka mengatakan tindakan mereka tidak sesuai dengan hukum yang digunakan Jepang untuk menghukum mereka.

Michael Taylor adalah mantan pasukan khusus dan menjalankan bisnis keamanan swasta yang awalnya berfokus pada penyelidikan pribadi. Beban kasus mereka meningkat melalui kerja korporat dan rujukan tidak resmi dari Departemen Luar Negeri dan FBI.



Simak Video "Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn Diburu Interpol"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com