Senin, 31 Agu 2020 11:24 WIB

Tak Matikan Mesin saat Isi Bensin, Pengendara Ini Tersambar Api dan Mobil Terbakar

Luthfi Anshori - detikOto
Mobil terbakar akibat tidak mematikan mesin saat isi bensin Sambaran api muncul akibat tidak mematikan mesin saat isi bensin. Foto: Istimewa
Selangor -

Seorang pengendara mobil di Selangor, Malaysia, mengalami kecelakaan saat mengisi ulang bahan bakar di SPBU. Pengendara mobil itu terkena sambaran api yang muncul akibat tidak mematikan mesin saat mengisi bensin. Wah jangan ditiru ya detikers.

Kepala bagian operasi tim Pemadam Kebakaran (JBPM) Selangor, Hafisham Mohd Noor berkata, anggotanya langsung bergegas ke lokasi setelah menerima panggilan darurat yang berhubung dengan kejadian tersebut sekira jam 8.11 malam, waktu setempat.

"Setelah tiba, anggota penyelamat mendapati mobil merek Audi terbakar 10 persen di bagian pintu belakang dan permukaan bagian pompa bensin tersebut ikut terbakar 30 persen," kata Hafisham, dikutip dari Sinar Harian.

"Sewaktu kejadian, korban berusia 31 tahun itu terkena sambaran api di bagian muka, tangan dan kaki setelah ia tidak mematikan mesin sewaktu mengisi bensin," sambungnya lagi.

Korban yang mendapati luka serius itu langsung diantarkan ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulans, untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

"Komandan operasi turut mengarahkan anggota untuk membuat pemeriksaan di lokasi dan memastikan api dipadamkan sepenuhnya," ujar Hafisham.

Untuk diketahui, menyalakan mesin saat sedang mengisi bensin memang sangat berbahaya karena berpotensi menimbulkan kebakaran.

Mengutip Drivespark, salah satu alasan mengapa mesin harus dimatikan saat mengisi bensin adalah adanya aliran listrik statis. Aliran listrik statis itu bisa membuat muatan listrik tidak seimbang baik di dalam maupun di permukaan dekat selang bensin. Ini bisa menyebabkan munculnya percikan api karena uap bahan bakar di sekitar selang bahkan paling parah bisa terbakar.

Hal itu juga menjadi alasan pelarangan penggunaan ponsel saat sedang mengisi bensin. Hal serupa bisa terjadi. Aliran listrik statis bisa timbul saat ponsel digunakan terlebih saat menelepon.

Charger-an ponsel dan lighter yang berada di dalam mobil pun bisa memicu terjadinya kebakaran saat mengisi bensin. Di mobil mesin bensin, pembakaran bisa terjadi karena busi yang memicu campuran bahan bakar dengan udara. Sementara pada mesin diesel pembakaran terjadi akibat adanya semprotan bahan bakar ke suhu udara tinggi yang terkompresi. Bensin memang lebih cepat terbakar daripada diesel.

Tak kalah bahayanya saat mobil sedang diisi bensin kemudian kita starter. Itu karena saat starter mobil, mesin menggunakan bensin dan sistem kelistrikan lebih banyak agar mobil bisa menyala dengan cepat.

Jadi sebelum mengisi bensin, pastikan mesin mobil dalam kondisi mati ya, detikers.



Simak Video "Detik-detik Mobil Bermuatan Elpiji Terbakar di SPBU Cianjur"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com