Hasil Studi: Corona Bikin Masyarakat Ogah-ogahan Transportasi Umum

Rizki Pratama - detikOto
Jumat, 28 Agu 2020 19:37 WIB
Suasana terminal bus Pulo Gebang, Jakarta, sepi. Sejak berlakunya surat izin keluar masuk (SIKM) belum ada penumpang yang pergi maupun melalui terminal ini.
Angkutan umum dijauhi saat pandemi. (Agung Pambudhy/detikOto)
Jakarta -

Sebuah penelitian menunjukkan kalau pandemi virus Corona telah menggerus pengguna transportasi umum. Di Amerika Serikat banyak orang-orang yang biasanya naik transportasi umum kini sudah beralih ke mobil pribadi.

Dalam studi yang dilakukan oleh Cars.com awal bulan ini dengan 3.062 responden, ditemukan bahwa lebih dari sepertiga orang Amerika saat ini bekerja dari rumah. Ketika harus kembali ke kantor, mereka tidak akan menggunakan transportasi umum.

"Karena banyak tenaga kerja kantor Amerika yang terus bekerja dari jarak jauh, ada perubahan besar dalam perilaku perjalanan, yang kemungkinan akan berdampak lama setelah kami kembali ke kantor," kata asisten editor pelaksana Cars.com, Matt Schmitz.

Studi tersebut menemukan bahwa 43 persen orang Amerika kurang percaya pada ketaatan penumpang lain menjalankan protokol kesehatan di transportasi umum. Sebanyak 57 persen sisanya mengatakan bahwa mereka setidaknya cukup mempercayai penumpang lain.

Dikatakan juga dalam penelitian itu, frekuensi perjalanan transportasi umum juga akan dikurangi sebesar 35 persen bahkan ketika aktivitas kembali normal.

Studi itu juga mengungkapkan bahwa 62 persen pekerja telah mengganti alat transportasi yang biasanya menggunakan umum ke mobil pribadi. Tidak kurang dari 21 persen responden menambahkan bahwa mereka telah membeli mobil dalam enam bulan terakhir. Sebanyak 57 persen di antara mereka yang membeli mobil di masa pandemi mengatakan pembelian mobil itu demi menghindari penularan virus Corona.

Hasil penelitian juga menemukan ada 65 sopir bus berhenti dari profesinya atau mengurangi tugasnya. 60 persen masinis kereta bahwa tanah juga berhenti atau mengurangi perjalanannya.

"Para pekerja menghemat satu jam atau lebih dalam sehari dengan tidak bepergian. Dalam masa ini mereka juga mendapatkan banyak hal baru. Dan ketika mereka akhirnya kembali ke kantor, itu tidak akan menggunakan angkutan massal. Kendaraan pribadi akan mendominasi perjalanan kerja karena ketidakpercayaan pada transportasi umum dan berbagi tumpangan terus berlanjut," tutup Schimtz.



Simak Video "DKI Tertinggi, Berikut Sebaran Kasus Corona di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)