Rabu, 19 Agu 2020 13:56 WIB

Banyak Pengendara Egois, Kecelakaan Lalu Lintas Masih Tinggi

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Poster Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih tergolong tinggi. Banyaknya pengendara yang mengabaikan keselamatan diri sendiri dan orang lain menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas yang memakan banyak korban jiwa.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, ego pengemudi masih mewarnai lalu lintas di Indonesia. Tak jarang, karena ego yang dikedepankan pengemudi, mereka menyabaikan keselamatan.

"Kondisi lalu lintas kita, saat sekarang kita melihat bahwa dengan semakin padatnya (lalu lintas), kendaraan bermotor yang semakin meningkat, ego masyarakat kita menjadi semakin kelihatan di sana. Ada mobil dan motor kebut-kebutan. Ke depan saya kira untuk membangun suatu sistem transportasi baik juga harus mengedukasi masyarakat terhadap kebersamaannya dan juga mungkin kesatuannya di jalan raya," kata Budi dalam webinar bertajuk "Transportasi untuk Merajut Keberagaman" yang ditayangkan secara langsung di kanal YouTube Kementerian Perhubungan, Rabu (19/8/2020).

Beberapa pelanggaran lalu lintas masih dilakukan pengendara. Budi merinci, salah satunya adalah pelanggaran kendaraan logistik yang melebihi muatan dan dimensi atau disebut over dimension over loading (ODOL).

"Jadi saat ini masih berproses untuk menyelesaikan terkait over loading over dimensi. Ini menunjukkan bahwa ada sebagian dari kita, lebih mementingkan kepentingan sendiri, kurang aware terhadap kepentingan orang banyak. Di sini aspek ekonomi, kerusakan jalan, juga menyangkut masalah harga dan sebagainya menjadi persoalan di sini," ucap Budi.

Selain itu, lanjut Budi, terkadang banyak juga masyarakat yang melakukan jalan pintas, misalnya dengan menyeberang jalan sembarangan tidak pada tempatnya hingga kendaraan yang melawan arus.

"Kemudian sempat viral juga komunitas motor agak mengabaikan keselamatan lalu lintas yang lain. Di sini memperlihatkan bahwa kita lebih mementingkan kepentingan sendiri dibandingkan dengan kepentingan orang banyak," sebutnya.

Dengan demikian, tambah Budi, angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih tinggi. Menurut Budi yang mengutip data WHO, dari 100.000 populasi, korban meninggal dunia mencapai 12,2 orang.

"Jadi cukup tinggi, dan ini menjadi PR kita sehingga Indonesia memiliki satu program untuk percepatan akselerasi dalam rangka pencegahan kecelakaan dengan RUNK, Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Jalan," katanya.



Simak Video "Kecelakaan Maut di Wonosobo, 3 Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com