Rabu, 19 Agu 2020 11:36 WIB

Luhut: Selain Bangun Tol, Kendaraan Listrik Juga Tak Kalah Penting

Ridwan Arifin - detikOto
Luhut Binsar Panjaitan (Kadek Melda Luxiana/detikcom) Foto: Luhut Binsar Panjaitan (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Jakarta -

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan transportasi darat merupakan elemen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional. Selain membangun infrastruktur jalan, peralihan transportasi darat berbasis bahan bakar fosil ke tenaga listrik juga menjadi fokus pemerintah Indonesia.

"Transportasi darat adalah satu sektor yang memiliki peran penting dan memberikan kontribusi signifikan dalam perekonomian nasional," ujar Luhut dalam webinar yang bertajuk "Transportasi dalam Merajut Keberagaman" seperti ditayangkan secara langsung di kanal YouTube Kementerian Perhubungan, Rabu (19/8/2020).

"Pemerintah Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk membangun infrastruktur transportasi darat, tidak hanya di Jawa tetapi juga di seluruh Indonesia," tambah dia.

"Seperti di jalan tol Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, dan Bali, maupun rencana pengembangan jaringan kereta api di Kalimantan, Sulawesi, dan Bali," sambungnya.

Luhut menjelaskan pertumbuhan infrastruktur seturut dengan kenaikan ekonomi.

"Dari studi yang dilakukan oleh LPEM Fakultas Ekonomi UI, menyatakan bahwa kenaikan jalan sebesar 1 persen akan menaikkan ekonomi sebesar 8,8 persen, karenanya pemerintah Indonesia memandang sangat penting membangun infrastruktur jalan baik dalam bentuk investasi pemerintah maupun investasi swasta, dalam proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha," sambungnya.

"Selain itu konektivitas jalan, termasuk jalan tol satu komponen penting dalam mendorong transformasi ekonomi menuju sektor manufaktur dan jasa," jelas Luhut.

Selain menambah jaringan jalan, peralihan energi yang lebih terbarukan juga jadi fokus pemerintah.

"Tak kalah penting, pemerintah sedang mengembangkan kendaraan lintas berbasis baterai, diharapkan tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, tetapi juga mengurangi dampak buruk pada lingkungan dari pencemaran yang ditimbulkan kendaraan berbasis fossil fuel," tutur Luhut.

Indonesia bisa menjadi pemain utama untuk kendaraan ramah lingkungan. Produksi baterai untuk mobil listrik bisa dikembangkan di Indonesia.

Hal itu disebutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan Pidato Kenegaraan Presiden Dalam Rangka HUT Ke-75 Kemerdekaan RI. Jokowi menyinggung soal Indonesia yang mulai mampu mengolah bijih nikel menjadi bahan utama untuk baterai kendaraan listrik.

Bahan baku seperti nikel dan kobalt untuk baterai kendaraan listrik jumlahnya mencukupi di Indonesia. Pemerintah sendiri telah menerima berbagai komitmen investasi di sektor pengolahan bahan baku kendaraan listrik.

Di Morowali, Sulawesi Tengah misalnya, PT QMB New Energy Minerals telah berinvestasi sebesar USD700 juta. Selain itu, PT Halmahera Persada Lygend juga telah berkomitmen menggelontorkan dananya sebesar Rp14,8 triliun di Halmahera, Maluku Utara.

Selanjutnya, untuk produksi baterai cell lithium ion, terdapat investasi sebesar Rp207,5 miliar yang dikucurkan oleh PT International Chemical Industry. Perusahaan ini akan memproduksi sebanyak 25 juta buah baterai cell lithium ion yang setara dengan 256 MWh per tahun.

Pemerintah membentuk tim untuk mendorong keterlibatan industri dalam negeri agar bisa mengembangkan baterai kendaraan listrik. Tim itu terdiri dari BUMN di sektor tambang dan energi seperti Mind.id, PT Antam, PT PLN, dan PT Pertamina.



Simak Video "Mobil Listrik Termurah! Fiturnya Sangat Memuaskan "
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com