Rabu, 05 Agu 2020 17:37 WIB

Sempat Nyaris Tak Berjualan, Royal Enfield Perlahan Pulih

Rizki Pratama - detikOto
Dealer Royal Enfield di Pondok Indah, Jakarta Selatan Penjualan Royal Enfield terus membaik. Foto: Royal Enfield
Jakarta -

Pabrikan sepeda motor di seluruh dunia telah merasakan betapa mengerikannya dampak virus Corona pada penjualan. Royal Enfield yang mengandalkan India sebagai pasar utama pun tak berkutik mengingat negara tersebut terdapat banyak kasus positif COVID-19.

Satu-satunya negara ekspor yang memberikan kabar baik adalah Inggris. Di sana Royal Enfield jadi motor terlaris di masa pandemi.

Sementara itu keseluruhan penjualan Royal Enfield untuk Juli 2020 turun 26 persen dibandingkan tahun 2019. Perusahaan ini menjual hanya 40.344 sepeda motor di seluruh dunia untuk bulan tersebut, turun cukup tajam dibandingkan dengan 54.185 sepeda motor yang dijual pada periode yang sama 2019.

Meski bulan Juli mengalami penurunan, sebenarnya dari awal-awal pandemi Virus Corona angka tersebut terus naik. Dibandingkan dengan bulan Mei penjualan Royal Enfield mengalami peningkatan seperti halnya sejumlah pabrikan lain di masa itu.

Total penjualan global untuk Mei 2020 hanya 19.113 unit sepeda motor. Namun, pada Juni 2020 perusahaan bangkit dan mampu menjual 38.065 unit sepeda motor. Dalam konteks ini angka Juli menunjukkan pertumbuhan yang relatif sederhana, tapi setidaknya terus ada pertumbuhan daripada mengalami penurunan.

Pada total penjualan selama paruh pertama tahun fiskal 2020 yang berakhir Juli, Royal Enfield merosoto 59 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Menurut Economic Times untuk tahun 2020 perusahaan ini menjual 97.601 unit secara total dibandingkan dengan 237.894 motor yang dijual pada tahun lalu di periode yang sama.

Bulan April 2020 lalu malah sangat mengerikan bagi Royal Enfield. Sepanjang bulan April Royal Enfield hanya mampu mencatatkan penjualan sebanyak 91 unit di India. Padahal India merupakan pasar terkuatnya.

Situasi ini tak dapat dipungkiri sebagai buah hasil dari kebijakkan lockdown pemerintah setempat menangani pandemi virus Corona. Royal Enfield saat itu terpaksa menutup fasilitas pabrik manufaktur mereka di India serta pusat R&D di India dan Inggris. Penutupan juga terjadi pada jaringan dealer Royal Enfield sejak 23 Maret 2020 lalu.



Simak Video "Penyegaran Royal Enfield Himalayan, Motor Petualang Rp 114 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com