Selasa, 21 Jul 2020 19:50 WIB

Pabrikan Permak Mesin Diesel Demi D-100

M Luthfi Andika - detikOto
Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara motor di SPBU 34-16113, Cilendek, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020). Petugas SPBU yang berhubungan langsung dengan pengendara tersebut menggunakan alat pelindung wajah sebagai upaya untuk melindungi diri, keluarganya maupun orang lain dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc. Ilustrasi SPBU Pertamina Foto: ARIF FIRMANSYAH/ARIF FIRMANSYAH
Jakarta -

Jika memang pemerintah mengeluarkan bahan bakar minyak solar D-100, yang terbuat dari bahan nabati yakni kepala Sawit, dipastikan pabrikan harus mengeluarkan investasi lagi untuk bisa memproduksi mesin yang cocok untuk menyambut jenis BBM tersebut.

Tapi kira-kira perubahan apa yang akan dilakukan pabrikan pada mesin mereka ya? Head of Public Relation and CSR Department KTB, Dony Hermawan kepada detikOto, untuk bisa melakukan perubahan mesin demi bisa mengkonsumsi BBM Nabati seperti D-100 harus melihat dulu spesifikasi yang ditawarkan D-100.

"Kita harus lihat dulu sepertinya, update-nya seperti apa? Jadi kita akan monitor terus issue ini, kita kaji dulu. Analisis di tim internal KTB dari berbagai sisi juga akan dilihat termasuk bagaimana Gaikindo melihat hal ini misalnya," kata Dony.

Dony menggambarkan pada saat pemerintah menerapkan bahan bakar B30, Mitsubishi melakukan berbagai perubahan.

Uji coba Bahan Bakar D-100 D-100Uji coba Bahan Bakar D-100 Foto: Dok. Kemenperin

"Secara internal kami juga sudah melakukan road test internal B30 terhadap beberapa produk kami. Kalau secara produk , kita kan tidak harus banyak perubahan spesifikasi ya. Cuma ada penambahan suku cadang, terutama di saringan bahan bakar. Perubahan secara khusus kita tidak ada," ucap Dony.

"Ini kita belum bisa response yang bagaimana-bagaimana (perubahan mesin apa yang akan dilakukan KTB). Karena memang hasilnya sendiri belum ketahuan. Tapi begini, dalam hemat kami pengujian D-100 (green diesel atau solar hijau) merupakan bentuk komitmen Pertamina dalam mendukung penggunaan bahan bakar terbarukan (renewable energy), yang tentu saja berdampak positif kepada energi ramah lingkungan serta penyerapan minyak kelapa sawit yang lebih optimal. Nah, tentu saja KTB selaku APM Mitsubishi FUSO sangat mendukung aktifitas tersebut, sebagai bentuk penyerapan energi nasional untuk dapat digunakan pada kendaraan bermotor pada khususnya," Dony menambahkan.



Simak Video "Ahok: Siapapun Korupsi di Pertamina, Kami Lacak Anda!"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com