Rabu, 15 Jul 2020 07:33 WIB

Penemu Rem ABS Ciptakan Alat yang Bisa 'Mengerem' Penularan COVID-19

Rizki Pratama - detikOto
closeup of a caucasian doctor man holding a world globe with a protective mask with the word coronavirus written in it Ilustrasi COVID-19. (iStock)
Jakarta -

Lima puluh tahun yang lalu, Mario Palazzetti merancang sistem pengereman ABS yang membantu mengurangi kecelakaan mobil. Kini ia telah menemukan perangkat yang ia harap akan mengekang penyebaran COVID-19.

Di usia menginjak 84 tahun, pensiunan Insinyur Fiat Research Center yang dikenal sebagai Mr ABS telah merancang gawai seukuran ketel listrik yang menciptakan aliran udara lokal. Gawai ini dapat menghentikan sirkulasi droplet yang dikeluarkan ketika orang berbicara.

"Kami menyebutnya Biostopper dan digunakan untuk membuat ruang aerodinamis, sehingga semua napas yang dikeluarkan seseorang ketika berbicara kembali kepada mereka," jelasnya.

Palazzetti mulai mengerjakan perangkat itu dua bulan lalu dan berharap dapat membantu mengatasi kesulitan dalam menjaga jarak di sekolah, kantor, bar, restoran dan tempat umum lainnya.

Dalam proyek ini, dia bekerja dengan tim di Politecnico di Torino untuk menyempurnakan dan menguji produk tersebut.

"Saya tidak bisa memberi tahu Anda begitu banyak detail teknis karena kami masih dalam tahap mematenkan," kata Profesor Marco Simonetti dari departemen energi Politecnico kepada Reuters.

"Konsepnya sederhana, tujuannya bukan untuk membunuh virus, tetapi untuk mengurangi risiko penularan dari jarak antar orang," tambahnya.

Biostopper pada awalnya dirancang untuk memungkinkan dua orang lebih dekat tanpa takut terpapar droplet. Setelah dikembangkan ternyata alat ini bisa digunakan kelompok kecil.

Pada rencana awalnya, alat ini bisa diletakkan di meja restoran sehingga memungkinkan dua orang makan bersama dengan risiko tertular sangat kecil. Alat ini diklaim mampu menciptakan semacam 'penghalang' droplet, yakni dengan mengembalikan aliran udara yang dikeluarkan seseorang ke dirinya sendiri.

"Kami konsentrasi pada aktivitas komunikasi langsung, sebab jika bersin kami akan membutuhkan sistem yang jauh lebih invasif," ujarnya.

Tim Politecnico menargetkan akhir bulan ini akan menyelesaikan purwararupa dari perangkat tersebut.

Palazzetti pensiun pada tahun 1997 dan telah berkontribusi pada pada serangkaian penemuan lain, termasuk TOTEM (Total Energy Module), generator panas dan listrik kecil, dan sistem pendingin udara bernama Aircare yang juga memulihkan energi.

"Ide itu datang kepada saya, tanpa saya pikirkan. Penyesalan saya adalah bahwa saya memiliki banyak ide yang meminta untuk direalisasikan, tetapi itu benar-benar sulit," tutup Palazzetti.



Simak Video "Tambah 3.989, Total Kasus Positif Covid-19 di RI Jadi 244.676"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com