Selasa, 14 Jul 2020 11:58 WIB

Khawatir Naik Transportasi Umum, Warga Dunia Beralih ke Sepeda

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Bersepeda jadi kegiatan yang ramai dilakukan masyarakat di masa new normal. Jalur sepeda pun disediakan guna menjaga keamanan dan keselamatan saat bersepeda. Demam bersepeda bukan cuma terjadi di Indonesia. Warga dunia juga ramai-ramai memilih gowes (Agung Pambudhy/detikOto)
Jakarta -

Tak cuma di Indonesia, warga di dunia juga sedang keranjingan berkendara menggunakan sepeda. Banyak masyarakat di dunia yang memilih mobilitas pakai sepeda di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) karena khawatir menggunakan transportasi umum.

Transportasi umum memiliki risiko penularan virus karena mempertumkan banyak orang. Untuk menghindarinya, penggunaan sepeda menjadi alternatif.

"Dampak pandemi menyebabkan 61 persen orang Inggris takut untuk menggunakan angkutan umum. Terjadi peningkatan pemesanan sepeda hingga 200 persen, terutama oleh pekerja yang tetap harus bekerja di luar rumah saat pandemi," sebut Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat dalam pernyataan tertulis yang diterima detikcom.

Penjualan sepeda yang biasanya hanya 20-30 unit per minggu meningkat jadi 50 sepeda setiap hari. Pemerintah Inggris mendukung penggunaan sepeda dengan menyediakan jalur sepeda non-permanen di beberapa kota. Sebagian ruang kendaraan bermotor diambil untuk ruang bagi pejalan kaki dan pesepeda.

"Sementara di Amerika Serikat, saat pandemi, pemerintah di Amerika Serikat melakukan pembatasan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Pengguna sepeda di beberapa kota, seperti Philadelphia meningkat hingga 150 persen," sambung Djoko.

Beberapa ruas jalan untuk kendaraan bermotor juga diubah menjadi jalur sementara bagi pesepeda dan pejalan kaki. Kota yang paling banyak menutup jalan untuk jalur sepeda dan pejalan kaki adalah Kota Oakland, California.

"Sebanyak 85 persen orang Amerika Serikat menganggap bersepeda sebagai moda transportasi yang lebih aman dibandingkan dengan transportasi umum saat social distancing," ucap Djoko.

Menurut survei yang dilakukan Trekbike (2020), ada tiga kelompok pesepeda saat pandemi. Yang pertama adalah penggemar sepeda. Kelompok ini sudah bersepeda sebelum pandemi. Mereka memiliki hobi bersepeda.

Kedua, pengendara sepeda keluarga, biasanya bersepeda untuk santai dan rekreasi. Sebanyak 63 persen pesepeda kategori ini bersepeda untuk menghilangkan stres dan kecemasan karena pandemi.

"Dan ketiga, pengendara sepeda ke tempat kerja. Pengendara sepeda ini menggunakan sepeda untuk ke tempat kerja. Sebesar 85 persen pesepeda kategori ini menganggap bersepeda sebagai moda transportasi yang lebih aman daripada transit," katanya.



Simak Video "Gowes Marak Saat Pandemi, Buku Panduan Bersepeda Diluncurkan"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com