Pandemi Corona: Euro 4 Diundur, Isuzu Simpan Produk Anyar

Ridwan Arifin - detikOto
Sabtu, 27 Jun 2020 13:46 WIB
SPG Isuzu mampu menarik perhatian pengunjung GIIAS 2018. Keceriaan para SPG Isuzu tercermin dalam senyum yang diberikan.
Isuzu Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Selain bisnis penjualan otomotif yang terdampak, pandemi virus Corona membuat implementasi standar emisi diesel Euro 4 mundur satu tahun dari jadwal. Isuzu menyebut hal ini membuat pihaknya mengatur ulang strategi peluncuran produk baru.

Marketing Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Attias Asril mengatakan pihaknya memutuskan untuk menyimpan produk baru yang sudah nyetel dengan Euro 4.

"Yang paling terasa, bahwa implementasi Euro 4 juga ditunda 1 tahun tentunya akan berdampak pada kita, karena varian baru mostly akan refer ke Euro 4. Jadi untuk jadwal yang namanya peluncuran produk baru, memang sudah pasti kita tunda karena banyak kendala selama persiapan dengan ini kegiatan yg sangat terbatas dan sebagainya," ujar Attias saat diskusi virtual Forum Wartawan Otomotif, Jumat (26/6/2020).

Baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor Euro 4 Indonesia direncanakan akan berlaku pada April 2021.

"Ya jadi kami sudah mendapatkan informasi dari Gaikindo bahwa Gaikindo menerima surat dari Kementerian Lingkungan Hidup yang menyatakan bahwa implementasi Euro 4 untuk kendaraan diesel itu ditunda sampai dengan April 2022, jadi ditunda satu tahun," jelasnya.

Bicara penjualan, virus Corona juga berhasil menekuk penjualan otomotif di sektor kendaraan niaga. Isuzu mengalami penurunan hingga 42,8 persen.

"Secara total otomotif dari retail sales, kita lihat compare antara year to date Mei 2019 dengan Mei 2020, total market otomotif turun sampai 40 persen. Dari 434 ribu ke 260 ribu. Isuzu sendiri yang bermain di kendaraan komersial saja, market turunnya lebih besar, jadi turunnya lebih besar dari total market otomotif tadi. Turunnya sampai 42,8 persen, ini di tiga segmen; light truck, medium truck, dan pickup medium 4x2 cab over," urai Attias.

Kondisi pasar belum pulih benar pasca Covid-19 dan memasuki era new normal. Hal ini juga membuat Isuzu mempertimbangkan keikutsertaannya dalam pameran otomotif GIIAS 2020 yang rencananya bakal digelar pada Oktober 2020. Sebab penjualan kendaraan yang merosot tajam karena pandemi Covid-19, membuat pihaknya meninjau kembali pos pengeluaran di perusahaannya.

"Situasi ini buat kami sangat sulit, apakah ini akan menjadi daya tarik untuk orang akan datang di keramaian kita belum tau, pasca new normal ini,
prediksi kita orang akan mengurangi kontak sosial. kita harus mempertimbangkan benar, karena mengikuti pameran ini butuh budget yang tidak sedikit, ini skala prioritasnya sedang kita pertimbangkan," tukasnya.



Simak Video "Tips Aman Berkegiatan Sehari-hari Agar Bebas Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)