Sabtu, 27 Jun 2020 08:45 WIB

Diterjang Pandemi, Omzet IKM Otomotif Anjlok Hingga 90%

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Astra Ventura kunjungi sejumlah mitranya di tiga lokasi IKM. Hal itu dilakukan sebagai bentuk dukungan Astra Ventura untuk dorong peningkatan daya saing IKM. Industri kecil menengah. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pandemi virus Corona (COVID-19) menerjang berbagai lini bisnis. Bahkan, Industri Kecil Menengah (IKM) pun terpengaruh pandemi ini. Kementerian Perindustrian menyebut, IKM otomotif cukup terdampak. Omzetnya pun anjlok drastis.

"Di masa pandemi ini, sejumlah IKM di sentra logam Tegal yang telah menjadi mitra Agen Pemegang Merek (APM) sebagai tier 1 dan tier 2 mengalami penurunan omzet hingga 90% dikarenakan APM sempat berhenti beroperasi beberapa waktu lalu," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih, dalam siaran persnya.

Kemenperin membantu IKM tersebut agar dapat bertahan dan menjaga keberlangsungan usahanya. Menurutnya,, pihaknya terus melakukan penjajakan terhadap peluang pasar yang ada.

"Salah satu upaya untuk menjembatani IKM di sentra logam Tegal dalam menjajaki pasar baru di sektor industri otomotif, kami telah menggelar program link and match antara IKM dengan perusahaan besar," sebutnya.

Melalui kegiatan "perjodohan" tersebut, substitusi impor yang tengah dilakukan PT Sinar Agung Selalu Sukses (SASS) di masa pandemi ini menjadi harapan baik bagi pelaku IKM di sentra logam Tegal. SASS merupakan salah satu perusahan manufaktur otomotif yang memproduksi suku cadang kendaraan bermotor roda dua dan empat untuk pasar original equipment manufacturer (OEM) maupun aftermarket.

IKM di sentra logam Tegal berhasil mendapatkan purchase order (PO) dari SASS untuk membuat produk substitusi impor berupa handle socket LT 10 ton, handle socket LT 5 ton, dan handle socket LT 30,32 ton. Selain itu, mereka juga akan mendapat pesanan tangkai spion dari SASS. Adapun IKM yang akan mengerjakan produk substitusi impor tersebut adalah PT Bimuda Karya Teknik yang didukung oleh IKM lainnya seperti PT Mitra Karya Tegal dan PT Tiga Bersaudara.

"Namun, IKM perlu melakukan investasi untuk pembuatan dies (cetakan) dengan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, program restrukturisasi mesin dan peralatan yang kami miliki diharapkan dapat membantu meringankan pelaku IKM dalam investasi pembuatan dies tersebut," kata Gati.

Selain mendapatkan pasar baru, IKM di sentra logam Tegal didorong untuk bahu-membahu dengan membagi pekerjaan. Seperti yang dilakukan oleh PT Mitra Karya Tegal dengan berbagi pekerjaan kepada IKM logam lainnya dalam memproduksi aksesoris kendaraan roda dua.

Dalam memenuhi kebutuhan bahan baku logam, IKM di sentra logam Tegal telah didukung oleh Material Center yang hadir atas inisiasi dan kerja sama Ditjen IKMA dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Tegal. "Berfungsi sebagai penyedia bahan baku logam, Material Center di Tegal mampu menyediakan bahan baku dengan harga kompetitif bagi IKM, sehingga dapat memperkuat daya saing IKM terlebih pada masa pandemi covid-19 saat ini," papar Gati.

Dalam memasuki fase new normal, kolaborasi untuk bersama-sama membangun kemajuan IKM perlu diperkuat dan terus dilakukan melalui pelaksanaan berbagai program yang terarah dan berkelanjutan. "Pemerintah pusat dan daerah harus selalu hadir dalam mendukung peningkatan daya saing IKM serta untuk memperkuat IKM di dalan rantai pasok industri nasional maupun global," tegas Gati.



Simak Video "Tampang dan Fitur Baru di Honda CBR250RR"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com