Jumat, 26 Jun 2020 08:33 WIB

Pasar Mobil Bekas Diprediksi Pulih dalam 3 Bulan

Luthfi Anshori - detikOto
Kebiasaan baru atau new normal rupanya tidak berpengaruh dengan angka penjualan mobil bekas. Kini pengusaha mobil bekas pun mulai menjerit. Ilustrasi showroom mobil bekas. (Pradita Utama/detikOto)
Jakarta -

Pandemi virus Corona (COVID-19) memberi dampak besar pada hampir semua jenis industri, tak terkecuali mobil bekas. Selama diberlakukannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sekitar 68% dealer mobil bekas harus berhenti beroperasi sementara waktu.

Tak hanya membuat showroom mobil bekas tutup sementara, pandemi virus Corona juga membuat calon potensial pelanggan mobil bekas berpikir ulang untuk membeli kendaraan yang dibutuhkannya.

Mereka dihadapkan pada skema pembiayaan mobil yang semakin sulit didapatkan, hingga akhirnya menunda pembelian mobil karena adanya pergeseran prioritas ke kebutuhan pokok dan peralatan kebersihan.

Saat ini seiring dimulainya fase Normal Baru di berbagai kota di Indonesia dan juga di dunia, industri mobil bekas diproyeksikan akan berangsur membaik dalam 3 bulan ke depan.

Hasil penelitian bertajuk Pasar Mobil Bekas Indonesia di Masa 'Normal Baru' yang dirilis OLX Indonesia dan BeliMobilgue.co.id, memberi sedikit gambaran tentang masa depan industri mobil bekas setelah pandemi.

Penelitian ini melibatkan 895 responden (dealer, pembeli, penjual personal), yang berpartisipasi dalam survei yang dilaksanakan pada 17 Mei hingga 1 Juni 2020, dan diperkuat dengan desktop research.

Hasil penelitian itu menyebut lebih dari 60% responden mengatakan pemulihan akan berlangsung selama lebih dari tiga bulan. "Meski demikian, industri mobil bekas diharapkan akan mulai pulih dalam waktu 2-3 bulan dengan pemulihan berbentuk V (V-Shape recovery), yang umumnya ditandai dengan kenaikan tajam ke puncak kurva (pemulihan cepat) setelah sebelumnya menurun tajam," tulis pernyataan OLX Indonesia dan BeliMobilGue.co.id, dalam keterangan resmi yang diterima detikOto, Kamis (25/6/2020).

Temuan lain terkait prediksi pemulihan industri mobil bekas menyebutkan:

1. Kendati pembelian mobil bekas tertunda, hingga 50% responden telah berencana untuk melakukan pembelian mobil setahun ke depan
2. Pergeseran preferensi masyarakat dari transportasi massal publik dan online ride-sharing ke kendaraan pribadi sebesar, masing-masing 21% dan 23%
3. Adanya potongan alokasi dana untuk pembelian mobil, mengakibatkan 54% responden mempertimbangkan untuk membeli mobil bekas



Simak Video "Pemerintah Beri Rp 11,5 T di 7 BPD untuk Pemulihan Ekonomi Daerah"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com