Rabu, 24 Jun 2020 11:50 WIB

McLaren Kesulitan Cari Pinjaman Duit, Mobil-mobil Antiknya Jadi Jaminan

Rizki Pratama - detikOto
MELBOURNE, AUSTRALIA - MARCH 12: McLaren pitstop equipment is pictured in the Pitlane during previews ahead of the F1 Grand Prix of Australia at Melbourne Grand Prix Circuit on March 12, 2020 in Melbourne, Australia. (Photo by Robert Cianflone/Getty Images) McLaren kesulitan pinjam duit. (Getty Images/Robert Cianflone)
Jakarta -

McLaren mengambil jalur hukum untuk mendesak investornya mengucurkan dana segar untuk menjaga neraca keuangan perusahaan. Upaya ini menjadi urgensi karena kesulitan merek asal Inggris meraup keuntungan di tengah pandemi virus Corona.

Lebih rincinya lagi, merek mobil sport sekaligus tim F1 ini membutuhkan uang tunai demi menghindari potensi kekurangan likuiditas. Dikatakan juga bahwa desakan lewat jalur hukum diambil karena tidak menduga dampak perekonomian di tengah pandemi akan sampai seburuk ini.

McLaren Holdings Limited berusaha untuk mengamankan modal dengan menerbitkan obligasi senilai lebih dari 650 juta Poundsterling atau setara Rp 11 triliun. Pinjaman itu menggunakan jaminan pabriknya di Woking dan koleksi mobil balap bersejarahnya.

Sayangnya dalam kontrak dengan investor, pabrik dan koleksi mobil itu sudah menjadi sudah menjadi jaminan untuk kesepakatan antara mereka di tahun 2017. Tentu saja tanpa izin dari investor McLaren tak dapat memberikan jaminan dua asetnya untuk melakukan pinjaman.

Pekan lalu, Hakim Anthony Mann setuju untuk mempercepat persidangan mengingat klaim McLaren menilai bahwa perselisihan ini berisiko kebangkrutan jika tidak diselesaikan dengan cepat. Kedua belah pihak telah mengusulkan persidangan berlangsung selama dua atau tiga hari yang akan dimulai pada 2 Juli.

Para investor memahami bahwa masalah obligasi baru merusak investasi mereka yang sudah ada sehingga mengusulkan alternatif pengaturan pembiayaan kembali.

Dokumen-dokumen pengadilan yang diajukan oleh McLaren Group mengatakan bahwa perjanjian kredit sebelumnya sebesar 130 juta Poundsterling telah ditarik semua. Mereka juga mengatakan bahwa pemegang saham McLaren telah menginvestasikan 291 juta Poundsterling lebih lanjut dalam bisnisnya pada bulan Maret yang termasuk dalam bagian dari total investasi 500 juta Poundsterling dalam 18 bulan terakhir.

Selain mencari pinjaman, McLaren Group baru-baru ini mengumumkan rencana untuk mengurangi 1.200 pekerjaan di seluruh divisi baik itu tim balap F1 maupun sebagai produsen mobil sport.



Simak Video "Kecelakaan di Tol Jagorawi, Supercar McLaren Ringsek Parah!"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com