Selasa, 09 Jun 2020 19:36 WIB

Untuk PO Bus: Jangan Bingung, Ini Aturan Baru Batas Jumlah Penumpang

M Luthfi Andika - detikOto
Calon penumpang berjalan menuju Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (25/5/2020). PT Kereta Commuter Indonesia atau KCI melaporkan volume pengguna KRL saat pembatasan operasional di hari Lebaran 2020 turun 90 persen dibanding tahun sebelumnya, hal itu merupakan imbas dari pembatasan jam operasional yaitu pada pagi hari pukul 05.00 - 08.00 WIB dan sore hari pukul 16.00 - 18.00 WIB.  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp. Pembatasan jumlah penumpang di angkutan umum mengalami perubahan. Kini angkutan umum bisa menampung penumpang lebih banyak (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta -

Hari ini melalui Permenhub 41 tahun 2020, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi resmi menghapus ketentuan batas penumpang 50% pada angkutan umum dan pribadi.

Pengelola bus sempat kebingungan saat Menhub menghapus ketentuan batas penumpang sebesar 50%. Salah satunya adalah owner PO Bus Sumber Alam, Anthony Steven .

"Nah ini baru kita mau meraba dan memantau mengenai pencabutan kapasitas pembatasan 50 persen, tapi harus memperhatikan sosial distancing itu aplikasinya bagaimana?" ujar Anthony.

Anthony mengatakan penjelasan teknis yang diberikan pemerintah dinilai belum gamblang.

"Karena kan memang tempat duduk di bus itu biasanya 2-2 atau 2-3 atau 1-2, itu teknisnya bagaimana? Katakan untuk posisi yang 2-2 artinya satu baris itu diisi 4 orang, kalau diisi 50 persen cuma diisi 1-1. Ini artinya ini sudah sesuai dengan aturan sosial distancing atau 50 persen. Sekarang di cabut tapi harus memikirkan sosial distancing, lah ini bagaimana?" kata Anthony.

Namun, Menhub ternyata sudah menyiapkan panduan pengganti untuk mengatur jumlah penumpang angkutan umum. Itu tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor: SE 11 Tahun 2020, mengenai Pedoman dan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Transportasi Darat pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, untuk mencegah penyebaran Corona virus Disease 2019 (COVID-19)

Dijelaskan, untuk Angkutan Umum (Angkutan Lintas Batas Negara, Angkutan Antar Kota Antar Provinsi, Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi, Angkutan Antar Jemput Antar Provinsi, Angkutan Pariwisata) ada kriteria pembatasan berdasarkan zona dan fase. Zona merujuk pada kondisi sebuah wilayah, apakah banyak warga terinfeksi atau tidak. Sementara fase merujuk pada durasi waktu yang sudah ditetapkan.

Bagan serta penjelasan pembatasan jumlah penumpang angkutan umum bisa disimak pada tabel berikut:

Aturan Angkutan umum di transisi PSBBAturan Angkutan umum di transisi PSBB Foto: tangkapan layar (dephub.go.id)

Zona Merah

Untuk Zona merah, dipastikan pada Fase I, Fase II dan Fase III seluruh angkutan umum tidak boleh beroperasi.

Zona Orange

Untuk Zona Orange, pada Fase I dan II ada dua aturan, Pertama, Kendaraan umum maksimum membawa penumpang atau Load Factor (LF) hanya mencapai 70 persen. Kedua, Pengoperasian armada menyesuaikan dengan permintaan (demand).

Selanjutnya untuk Zona Orange pada fase III, Pertama, angkutan umum hanya diperbolehkan untuk membawa Kendaraan umum maksimum membawa penumpang atau Load Factor (LF) hanya mencapai 85 persen. Kedua, Pengoperasian armada menyesuaikan dengan permintaan (demand).

Zona Kuning

Pada Fase I dan II pada zona kuning, ada dua aturan, Pertama, Kendaraan umum maksimum membawa penumpang atau Load Factor (LF) hanya mencapai 70 persen. Kedua, Pengoperasian armada menyesuaikan dengan permintaan (demand).

Sedangkan pada Fase III di Zona Kuning, Pertama, angkutan umum hanya diperbolehkan untuk membawa Kendaraan umum maksimum membawa penumpang atau Load Factor (LF) hanya mencapai 85 persen. Kedua, Pengoperasian armada menyesuaikan dengan permintaan (demand).

Zona Hijau

Pada Fase I dan II pada zona kuning, ada dua aturan, Pertama, Kendaraan umum maksimum membawa penumpang atau Load Factor (LF) hanya mencapai 70 persen. Kedua, Pengoperasian armada menyesuaikan dengan permintaan (demand).

Sedangkan pada Fase III di Zona Kuning, Pertama, angkutan umum hanya diperbolehkan untuk membawa Kendaraan umum maksimum membawa penumpang atau Load Factor (LF) hanya mencapai 85 persen. Kedua, Pengoperasian armada menyesuaikan dengan permintaan (demand).



Simak Video "PSBB Transisi Jakarta Diperpanjang hingga 27 Agustus"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com