Jumat, 05 Jun 2020 08:44 WIB

Pengamat Usul Bajaj Gantikan Ojol, Garda: Jangan Asal Jeplak

Ridwan Arifin - detikOto
Dishub DKI Jakarta melakukan uji coba penataan parkir untuk transportasi umum di kawasan Stasiun Tanah Abang. Respon GARDA soal usul pengamat yang meminta bajaj menggantikan ojek di masa new normal Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Asosiasi pengemudi ojek online Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) bereaksi atas usulan pengamat transportasi terkait kendaraan roda tiga, seperti bajaj dan becak motor (bentor) sebagai alternatif transportasi mengganti ojek di masa new normal.

"Garda mengingatkan kepada rekan-rekan pengamat transportasi agar tidak menilai ojol dari satu aspek dari satu sisi negatif ojol 'jangan asal jeplak' jangan bicara negatif terus terhadap ojol tanpa pertimbangan kesiapan ojol dalam menghadapi New Normal," kata Ketua Presidium Nasional Garda Igun Wicaksono melalui keterangan tertulisnya.

Menurut Garda, pendapat yang disampaikan pengamat merugikan para pengemudi ojek online. Igun mengatakan sebelum menyampaikan pendapat seharusnya pengamat mempertimbangkan segala sektor.

"Para pengamat ini juga harus pertimbangkan bahwa ada jutaan rakyat Indonesia terlibat dalam ekosistem ojek online, yang mencari nafkah dari profesi ojol ini dan jutaan rakyat Indonesia juga menggunakan jasa ojol, namun belakangan ini pengamat transportasi kritisi agar ojol digantikan moda transportasi lain yang dinilai kurang efisien dan tidak fleksibel, untuk menjangkau moda transportasi tersebut si pengguna jasa transportasi harus jalan kaki terlebih dahulu hingga ke titik jemput yang ditentukan." jelas Igun.

Di satu sisi, pihaknya juga tengah mempersiapkan protokol kesehatan supaya bisa mengangkut penumpang kembali di masa new normal.

"Sebaiknya pengamat transportasi berikan kritik yang membangun bagi ojol, bukannya tendensi agar dilarang beroperasi di Indonesia ini dengan dalih ojol bukan bagian alat transportasi umum," imbaunya.

Sebelumnya pengamat transportasi mengusulkan untuk menata atau merancang kembali "angkutan alternatif" yang bisa untuk menggantikan peran ojek, dalam hal mana moda angkutan tersebut mampu menyediakan ruang/jarak antara pengemudi dan penumpangnya.

Kendaraan itu memungkinkan dipasang sekat pemisah secara permanen, sehingga masing-masing pihak dapat merasa terjaga kesehatannya. Dua kendaraan alternatif yang diusulkan sebagai transportasi ialah bajaj, dan bentor.



Simak Video " Ini Aturan New Normal bagi Karyawan"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com