Selasa, 26 Mei 2020 11:55 WIB

Pemotor Menyeberang Mendadak, Mobil Ini Oleng dan Tabrak Tembok

Luthfi Anshori - detikOto
Mobil oleng dan tabrak tembok karena hindari pemotor Mobil oleng dan tabrak tembok karena hindari pemotor.(Foto: Screnshot Instagram Dash Cam Owners Indonesia)
Jakarta -

Kecelakaan di jalan raya bisa terjadi karena kesalahan pengendara lain. Contohnya seperti yang terjadi di Nganjuk, Jawa Timur ini, pengendara mobil harus mengalami kecelakaan fatal karena berusaha menghindari pemotor yang menyeberang secara mendadak.

Video peristiwa tersebut diunggah di akun Instagram Dash Cam Owners Indonesia. Dalam peristiwa yang terjadi pada 24/5/2020, disebutkan mobil Nissan Grand Livina sedang mengangkut rombongan warga yang hendak melakukan silaturahmi.

Kondisi jalan di sekitar lokasi kejadian sebelumnya terpantau sepi. Namun tiba-tiba seorang pengendara motor tanpa helm bergerak dari arah kiri menuju ke tengah jalan. Ia melakukan pergerakan berbahaya itu tanpa menyalakan lampu sein atau menengok kaca spion.

Sang pengemudi mobil yang kaget kemudian membanting setir ke arah kanan untuk menghindari tabrakan. Namun nahas, mobil berjenis LMPV itu lantas kehilangan keseimbangan dan melaju tanpa kendali sebelum akhirnya dihentikan tembok rumah warga.

Menurut pandangan Praktisi Defensive Driving Andry Berlianto, mobil tersebut bisa kehilangan keseimbangan karena berbagai faktor. Pertama adalah faktor angin. "Karena dimensi mobil itu cukup tinggi, tidak seperti sedan. Jadi saat kemudi bergerak (dengan maksud menghindar), lalu ada dorongan angin yang membuat mobil oleng, seperti kena efek sentrifugal. Saat oleng kemudian kemudi ditarik ke arah lawan dan pengemudi tidak sigap, bisa makin oleng," kata Andry, melalui pesan singkat kepada detikOto, Selasa (26/5/2020).

"Faktor selanjutnya adalah karena pengemudi mobil tidak patuh aturan batas kecepatan. Di video sepertinya bukan jalan utama antar kota antar provinsi. Dalam kecepatan tinggi, daya pandang pengemudi mobil tidak cukup jauh, jadi seperti terkaget saat lihat motor menghalangi," lanjut Andry.

[Gambas:Instagram]


Kemungkinan faktor selanjutnya adalah karena mobil itu belum memiliki fitur Vehicle Stability Control (VSC). Dikutip dari Deltalube, prinsip kerja fitur VSC adalah menjaga kendaraan agar tetap stabil dan berada tetap jalurnya, baik ketika menikung atau berpindah jalur. Ketika gejala ban mulai selip atau saat kehilangan traksi akibat permukaan jalan yang licin atau berpasir, sistem VSC secara otomatis akan bekerja.

Cara kerja fitur ini dengan mereduksi transfer tenaga mesin ke roda tersebut dan mengaktifkan rem untuk mencegah ban slip. Sehingga pengemudi tetap dapat mengendalikan arah mobilnya sesuai dengan bentuk jalan.



Simak Video "Kronologi Bajaj Vs TransJ di Pademangan"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/riar)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com