Rabu, 13 Mei 2020 20:42 WIB

Curhat Bus AKAP: Kami Boleh Beroperasi tapi Sepi, Padahal Travel Gelap Marak

M Luthfi Andika, M Luthfi Andika - detikOto
Bus Sumber Alam yang dilelang untuk melawan virus Corona PO Bus Sumber Alam Foto: tangkapan layar Youtube Sumber Alam
Jakarta -

Meski diizinkan beroperasi, perusahaan bus AKAP tetap menghadapi kedala besar dalam bisnisnya. Di sisi lain, travel liar malah marak angkut pemudik ilegal, dan pemerintah dinilai tak tegas dalam menerapkan PSBB.

Demikian diungkapkan pemilik PO Bus Sumber Alam, Anthony Steven Hambali, dalam perbincangan dengan detikOto. Meski pemerintah beberapa hari lalu sudah mengizinkan perusahaan akutan beroperasi dengan beragam aturan tegas, bisnis bus antar kota antar provinsi masih merana.

Secara khusus dia menyoroti salah satu sarat yang menyebut penumpang harus memiliki surat tugas. Namun tidak ada aturan jelas dan mendetail soal hal itu yang disampaikan ke perusahaan otobus.

"Hari ini saya buka jurusan Jakarta-Yogyakarta, tetapi tidak ada penumpang yang bisa memenuhi persyaratan berangkat. Persyaratannya bagaimana? Surat tugas, kalau TNI-POLRI jelas dari atasan. BUMN, BUMD, perusahaan swasta itu jelas suratnya dari Direktur untuk surat jalan," kata Anthony.

"Yang aneh tugas pribadi, ini surat pernyataan yang ditanda tangani surat kepala desa. Ini sangat rancu. Selain itu surat kesehatan ini juga buat rancu. Selanjutnya surat kematian atau dokumen kesehatan ini juga rancu, meski ini masih bisa dimiliki," ujar Anthony.

Dilanjutkan Anthony, sebenarnya sangat mudah buat calon pemudik untuk mendapatkan surat dan dokumen palsu yang bisa mengizinkan mereka pulang kampung.

Perusahaan Otobus (PO) Putera Mulya baru saja meluncurkan layanan Bus Trans Jawa, di Pulogebang Jakarta Timur, Kamis (14/2). Bus ini mampu melaju 120 km/jam di jalan Tol.Perusahaan Otobus (PO) Putera Mulya baru saja meluncurkan layanan Bus Trans Jawa, di Pulogebang Jakarta Timur, Kamis (14/2). Bus ini mampu melaju 120 km/jam di jalan Tol. Foto: Agung Pambudhy

Dia juga menyoroti tindakan yang diterima pemilik travel agen yang secara ilegal menyelundupkan pemudik. Disebutnya travel agen gelap hanya dikenakan Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, di mana denda yang diberikan cuma Rp 500.000. Padahal dari satu penumpang saja travel gelap itu bisa dapat Rp 500.000 sampai Rp 700.000.

"Artinya, kalau ketangkep, ya (seperti cuma kehilangan) ilang satu penumpang. Misalkan kalau (travel agen gelap) dilepas lagi, ya selesai masalahnya. Ini akan terulang lagi masalahnya (mengangkut pemudik)," lanjut dia.

Anthony menilai harusnya pemerintah cukup menyediakan Rapid test di satu lokasi pemberangkatan, setelah itu pastikan bus AKAP ini tidak berhenti di sembarang tempat dan hanya berhenti jika sampai kota tujuan.

"Saat sampai di kota tujuan, langsung pemerintah menyediakan kembali pemeriksaan agar lebih aman," Anthony menambahkan.

Penasaran bagaimana curhat sekaligus saran yang diberikan owner PO Bus Sumber Alam. Simak videonya berikut ini.



Simak Video "Cegah Pemudik Bandel, Pemeriksaan Truk di Tol Cikarang Barat Diperketat"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com