Sabtu, 09 Mei 2020 12:35 WIB

Aksi Polisi India Pukuli Orang di Jalan Dituding Sebabkan Kematian Bocah 13 Tahun

Doni Wahyudi - detikOto
India mulai melonggarkan lockdown. Situasi ini dimanfaatkan warga untuk antre beli miras dengan mengabaikan jaga jarak. Polisi pun memukul warga dengan tongkat. Polisi India dituding memukuli seorang bocah saat lockdown (AP/Rajanish Kakade)
Jakarta -

Sejak lockdown diberlakukan, polisi India kerap bertindak tegas dengan memukuli warga yang masih keliaran di jalan. Baru-baru ini polisi dituduh telah menyebabkan kematian bocah 13 tahun.

Sudah sebulan lebih India memberlakukan lockdown. Upaya pemerintah untuk meredam penyebaran virus Corona dengan cara tersebut terbukti malah menimbulkan banyak masalah lain. Termasuk kelaparan dan tingginya angka mudik.

Selama lockdown, polisi India kerap melakukan operasi sambil membawa tongkat kayu. Dalam banyak video dan foto yang beredar, tongkat tersebut digunakan untuk memukul warga yang masih keluyuran di jalan.



Baru-baru ini polisi India dituding bertanggung jawab atas kematian seorang bocah asal Rohini berusia 13 tahun. Bocah yang masih duduk di bangku SMP itu diduga tewas dipukuli.

Beberapa tetangga melaporkan polisi memukuli korban saat dia berada di luar sebuah toko fotocopy. Polisi India menolak tudingan ini dan menyatakan bocah tersebut tengah berada di taman saat diminta pulang oleh petugas patroli. Saat itulah dia jatuh dan kehilangan kesadaran.

"Penyelidikan dilakukan pada polisi yang patroli di jalanan. Tidak ada pemukulan pada anak, petugas memintanya pergi. Terburu-buru, dia kemudian menabrak tembok atau tiang dan kemudian jatuh. Sebuah dewan khusus sudah dibuat untuk melakukan autopsi dan mengetahui penyebab kematian," kata petugas kepolisian setempat.



Simak Video "Awal Juni India akan Lebih Longgarkan Lockdown"
[Gambas:Video 20detik]
(din/rip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com