Jumat, 08 Mei 2020 13:43 WIB

Puluhan Kapal Pesiar 'Mengambang' di Laut Tanpa Tujuan, Gegara COVID-19

Doni Wahyudi - detikOto
Satu awak kapal pesiar Mein Schiff 3 yang dioperasikan perusahaan pariwisata Jerman, TUI Cruises positif Corona. Akibatnya 2.899 awak kapal tersebut dikarantina. Foto: Getty Images/David Hecker
Jakarta -

Puluhan kapal pesiar terbengkalai begitu saja di lautan lantaran pandemi virus Corona. Mereka mengambang tanpa tujuan, bahkan ada yang berubah menjadi 'penjara'.

Pariwisata menjadi salah satu industri yang kena hantaman paling keras akibat pandemi virus Corona. Kondisinya makin parah saat makin banyak negara memberlakukan lockdown, menutup wilayahnya dari pendatang luar.

Termasuk di dalamnya adalah industri kapal pesiar. Situasinya malah makin buruk karena beberapa kapal pesiar kini berubah menjadi tempat isolasi.

Beberapa Kapal Pesiar di sekitar laut FilipinaBeberapa Kapal Pesiar di sekitar laut Filipina Foto: Philippine Coast Guard



Karena khawatir membawa virus Corona, banyak kapal pesiar di seluruh dunia ditolak bersandar di pelabuhan. Penumpang dan kru malah sempat tak boleh turun. Demikian dikutip dari TheDrive.

Kini, berdasarkan data foto satelit dan teknologi tracking, keberadaan kapal-kapal pesiar itu bisa diketahui. Terdapat beberapa kelompok kapal pesiar tersebar di wilayah perairan dunia. Salah satunya di Karibia dan Atlantik.

Hasil jepretan foto satelit menunjukkan kapal-kapal berukuran besar itu mengapung dalam jarak beraneka ragam. Di Kepulauan Karibia, misalnya, berapa kapal pesiar mengapung di dengan jarak sekitar 16-48 km dar daratan.

Foto Satelit Kapal Pesiar di LautFoto Satelit Kapal Pesiar di Laut (eo browser sinergise)

Alasan Kapal Pesiar Tak Bersandar di Pelabuhan

Kenapa kapal-kapal pesiar itu tidak bersandar saja di pelabuhan?

Masih dikutip dari TheDrive, menyandarkan kapal pesiar di pelabuhan butuh biaya sangat tinggi. Karenanya, banyak perusahaan memilih membiarkan kapal pesiar mereka mengambang tak jauh dari daratan.

Padahal, kapal-kapal pesiar itu menghadapi ancaman serius saat harus dibiarkan mengambang begitu saja. Mereka harus menghadapi badai, sedangkan kapal-kapal pesiar itu tidak didesain untuk menjinakkan arus dan angin laut yang kencang.



Menurut laporan US Coast Guard, sampai 5 Mei masih ada 57.000 kru kapal pesiar yang tertahan di sekitar pelabuhan Amerika Serikat, Bahama, dan Karibia. Angkanya lebih banyak lagi di seluruh dunia.

Akibat kejadian ini, beberapa perusahaan kapal pesiar menyatakan kemungkinan untuk menutup usaha mereka. Sementara perusahaan yang lain seperti Carnival dan Royal Caribbean menargetkan kembali beroperasi pada musim panas ini.



Simak Video "12 Kru Positif Corona, Kapal Pesiar 'Lockdown' di Yunani"
[Gambas:Video 20detik]
(din/riar)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com