Rabu, 15 Apr 2020 12:57 WIB

Korban Corona, Renault Gulung Tikar di China

Rizki Pratama - detikOto
PT Maxindo Renault Indonesia memperkenalkan secara resmi Renault Triber kepada media dalam acara The Exclusive Sneak Peek of The New Renault Triber, di Bintaro, Tangerang, Jumat (12/7/2019). Renault gulung tikar Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Renault menutup bisnis mobil penumpangnya di China menyusul penjualan yang buruk dalam beberapa tahun belakangan ini. Di China Renault menggandeng Dongfeng Motor Group dalam memasarkan produknya.

Belum lagi penjualan otomotif Cina diperkirakan akan memburuk tahun ini karena krisis virus Corona. Kondisi ini membuat Renault yang sedang berjuang di pasar otomotif terbesar dunia ini menghembuskan nafas terakhirnya.

Renault menjalin kerjasama dengan Dongfeng pada tahun 2013. Tiga tahun kemudian kerjasama tersebut mulai memproduksi mobil bertenaga gas di Wuhan.

Meski begitu, Renault tak sepenuhnya berhenti berbisnis di sini. Bersama aliansinya, yaitu Nissan akan akan tetap melanjutkan rencana pengembangan mobil listrik di China.

Dongfeng sudah mengantisipasi kemungkinan keluarnya Renault dari usaha patungannya itu sejak tahun lalu. Kinerja penjualan mereka terus berada dalam tekanan jauh sebelum virus corona melanda.

Renault hanya menjual 18.607 unit mobil pada tahun 2019, jauh di bawah kapasitas produksi per tahunnya sebesar 110.000 unit. Buruknya penjualan ini mengakibatkan kerugian lebih dari USD 212 juta atau sekitar Rp 3,3 triliun.

Dongfeng akan mengambil 50% saham Renault dalam usaha patungan mereka untuk memanfaatkan pabrik mobil yang tidak akan lagi membuat mobil bermerek Renault. Karyawan yang terlibat dalam kerjasama ini juga akan segera diatur kembali oleh Dongfeng.



Simak Video "Pemerintah Temukan 1.000 Lebih Klaster Corona di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com