Rabu, 01 Apr 2020 19:39 WIB

Keringanan Kredit yang Dimau Ojol Sekarang: Gratis Kredit Minimal 6 Bulan!

M Luthfi Andika - detikOto
driver ojol Ilustrasi ojek online Foto: istimewa
Jakarta -

Tepat hari ini keringanan kredit kendaraan yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai diterapkan. OJK mengumumkan informasi keringanan pembayaran diberikan bagi debitur bank dan perusahaan pembiayaan kendaraan.

Sebagai catatan, OJK mengatur agar lembaga pembiayaan untuk memberikan penurunan besaran angsuran, dengan perpanjangan jangka waktu pembayaran, dan penurunan suku bunga.

Meski demikian, menurut Ojol Garda Indonesia menilai langkah ini kurang tepat. Karena banyak pengendara ojol yang benar-benar tidak mampu melakukan pembayaran kredit.

"Kita juga menolak lockdown wilayah, karena kami masih bergantung dari pemesanan makanan dan mengantar barang. Kalau lockdown tidak bisa melakukan aktivitas," kata Ketua Presidium Garda, Igun Wicaksono kepada detik.com.

Ada 2 faktor yang benar-benar membuat para ojol sangat sengsara saat kondisi pandemi virus Corona saat ini.

"Ada 2 faktor saat ini yang sangat tidak menguntungkan untuk ojol, pertama soal kebutuhan hidup, yaitu makanan. Saat ini kita sudah susah mendapatkan kebutuhan hidup. Kita sudah merasakan penghasilan berkurang,"ujar Igun.

"Kedua, kemarin presiden mereleksasi kredit kendaraan. Tapi tidak sesuai harapan kita (para ojol-Red). Kita masih ditagih walaupun sebagian, hanya sebagian saja pemotongannya, kita tidak mau. Kita menginginkan tidak ada tagihan selama pandemi virus corona ini," ucap Igun dengan nada menggebu-gebu.

Menurut Igun ada alasan mendasar mengapa para ojol ini meminta gratis kredit kendaraan selama masa pandemi virus corona berlangsung.

"Karena untuk kebutuhan hidup saja sudah sulit. Ini (hanya pemotongan kredit dan memperpanjang kredit kendaraan-Red) akan menimbulkan konflik di lapangan. Baik dari kreditur atau debitur. Soalnya pasti akan ada yang melawan, kalau ada penagihan-penagihan. Karena untuk kebutuhan perut saja sudah sangat kesulitan," tutur Igun.

Tidak hanya soal perut, lanjut Igun. Masih banyak para ojol kesulitan untuk membeli bensin agar bisa tetap cari konsumen.

"Buat bensin saja, susah. Kami ngetem tidak dapat order, kalau kita muter abis bensin tapi juga tidak dapat order. Kalau diem di rumah kami juga ga bisa makan. ini belum ada solusi harus seperti apa. Ditambah ada beban asuran, untuk itu pemotongan kredit saja kami tidak setuju ditambah ditangguhan cicilan lebih lama. Mending kan hilangkan saja," ujar Igun.

"Pemotongan kredit dan masa kredit diperpanjang saja, kami tidak setuju. Lebih baik dihilangkan asuran selama pandemi. Saat ini pandemi diprediksi bakal mencapai 3 bulan, tapi ini akan ditinjau lagi berapa lama pandemi virus corona ini akan berlangsung. Selain itu kalau sudah selesai pandemi-nya, kita juga tidak langsung dapat order dan kita harus menyesuaikan lagi tunggu sampai stabil dulu. Jadi minimal 6 bulan lah tidak membayar kredit, baru kita bisa melakukan kewajiban kita membayar kredit," tegas Igun kepada detik.com.



Simak Video "Kasus Aktif Covid-19 Indonesia di Bawah Rata-rata Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com