Kamis, 05 Mar 2020 09:29 WIB

Polisi Bakal Hancurkan Kendaraan yang Telat Bayar Pajak, Sudah Punya Datanya

M Luthfi Andika - detikOto
Polisi bersama Badan Pajak dan Retribusi Daerah melakukan razia bersama di Jalan Lingkar Luar, Jakarta Barat. Polisi merazia pengendara yang telat pajak. Ilustrasi tilang tidak membayar pajak kendaraan (Rifkianto Nugroho/detikOto)
Jakarta -

Buat pengendara atau detikers yang belum membayar pajak, segera dibayar ya. Karena saat pengendara tidak membayar pajak selama 2 tahun, setelah masa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tidak berlaku. Bisa jadi kendaraan detikers, masuk dalam daftar kendaraan yang akan dihancurkan alias di scrap.

Memang saat ini semuanya masih dalam kajian pihak berwajib Polri. Seperti yang disampaikan Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol, Arif Fazlurrahman kepada detik.com.

"Masih dikaji (Penghancuran kendaraan akibat telat bayar pajak selama 2 tahun, setelah masa STNK tidak berlaku atau pajak 5 tahunan-Red). Lalu apa yang dilakukan petugas saat ini?" kata Arif.

Arif menjelaskan saat ini pihak Polri masih mengkaji dan mendata kendaraan mana saja yang belum membayar pajak setelah masa STNK-nya habis.

"Saat ini kami masih mendatakan terlebih dahulu, kami sudah memiliki datanya, kendaraan-kendaraan yang habis masa berlaku STNK dan tidak membayar pajak selama 2 tahun. Misalnya masa STNK habis 2017, sekarang sudah tahun 2020. ini kita kumpulkan, untuk dijadikan bahan kajian dan kita menunggu petunjuk dari Korlantas Polri untuk melakukan tindakkan (menghancurkan kendaraan yang tidak bayar pajak 2 tahun setelah masa STNK tidak berlaku-Red)," kata Arif.

Sayangnya, Arif belum membocorkan seberapa kendaraan yang nakal dan tidak membayar pajak kendaraan.



Simak Video "Enggan Bayar Pajak, Bos Warung Bakso Ngamuk saat Didatangi Petugas"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com