Jumat, 28 Feb 2020 16:13 WIB

Ada Baterainya, Sepeda Buatan Karawang Tak Perlu Digowes

Luthfiana Awaluddin - detikOto
Ada Motor Listriknya, Sepeda Gunung Buatan Karawang Tak Perlu Digowes Dengan kapasitas baterai sebesar 36V/10AH, sepeda bisa melaju otomatis sejauh 20 KM tanpa digowes. Foto: Luthfiana Awaluddin/detikcom
Karawang -

Inovasi kendaraan listrik berbasis baterai terus menggeliat. Di Karawang, Jawa Barat sedang dibuat sepeda listrik jenis cross country atau XC. Tapi tidak seperti sepeda gunung pada umumnya, kereta angin ini bisa melaju tanpa digowes.

"Dalam keadaan tak digowes, sepeda ini bisa melaju dengan kecepatan maksimum 20 kilometer per jam. Pengendara bisa mengistirahatkan kakinya saat fitur otomatis berjalan," ujar Didit Ritanto, Koordinator Pusat Pengembangan Riset Yayasan Suryacipta, kepada detikcom, Jumat (28/2/2020).

Meski demikian, sepeda buatan lembaga riset Yayasan Suryacipta itu tetap bisa dipakai olahraga. Seperti sepeda gunung pada umumnya, goweser tetap bisa menggunakan sepeda itu di jalan raya, pedesaan atau berpetualang ke pegunungan.

"Bahkan sepeda ini bisa melibas trek semi ekstrem, seperti bukit atau lembah laiknya sepeda gunung jenis cross country pada umumnya," ujar Didit.

Didit menuturkan, kendaraan yang dinamakan Sepeda Cipta Indonesia "SCI" ini akan diproduksi massal tiga bulan ke depan. Sejumlah fitur sepeda gunung memang diterapkan di SCI, seperti fork atau peredam kejut depan dan operan gigi 9 tingkat.

Ada Motor Listriknya, Sepeda Buatan Karawang Tak Perlu DigowesFoto: Luthfiana Awaluddin/detikcom

"Sepeda ini sama seperti sepeda biasa, framenya (batang) terbuat dari alumunium ringan. Ada pedal, rantai dan rem cakram. Bahkan forknya (suspensi) bisa diganti. Bedanya, teknologi penggerak bertenaga listrik ditanamkan di sepeda ini," ujar Didit.

Jika kehabisan daya, pengendara perlu mengisi baterai khusus yang bisa diisi ulang. Waktu pengisian pun tak lama. Cukup dicharge selama dua jam, baterai diklaim bakal terisi penuh. "Sebab kita gunakan teknologi fast charging. Ada charger portabel yang bisa dicolokkan ke sepeda," ungkap Didit.

Dengan kapasitas baterai sebesar 36V/10AH, sepeda bisa melaju otomatis sejauh 20 KM. Alhasil, goweser tak perlu menggenjot pedal jika kakinya kelelahan. Jika kehabisan daya di perjalanan, goweser tak perlu khawatir. "Sebab, baterai bisa terisi otomatis jika roda terus berputar. Jadi tak perlu takut kehabisan daya di perjalanan," kata Didit.

Namun rupanya, sistem penggerak otomatis membuat bobot sepeda SCI juga bertambah. Jika sepeda cross country rata-rata berbobot 8 hingga 9 Kg, sepeda SCI bobotnya bisa mencapai 25 kilogram. Cukup berat untuk ukuran sepeda gunung. Sehingga, kata Didit, perlu tenaga ekstra jika ingin melakukan trik bunny hoop atau jumping.

Yayasan Suryacipta adalah yayasan yang dibentuk pengelola kawasan industri Suryacipta. Adapun lembaga riset dan pengembangan 4.0 didirikan atas kerja sama dengan Yayasan Karya ATMI Cikarang. Selain mengembangkan IRDC 4.0, Yayasan Suryacipta juga mendirikan SMK Suryacipta.



Simak Video "Cerita Kembar di Sukabumi yang Dikeroyok Gegara Sebut 'Cicing Sia!'"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com