Sabtu, 22 Feb 2020 07:23 WIB

Motor yang Dipakai Penantang Gibran-Purnomo Bukan Motor Sembarangan

Rizki Pratama - detikOto
Pasangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo maju pilkada Solo lewat jalur independen, Jumat (21/2/2020) Foto: Pasangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo maju pilkada Solo lewat jalur independen, Jumat (21/2/2020). (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Jakarta -

Pilkada Solo menghadirkan pasangan bakal calon perseorangan atau independen, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo). Bajo datang menyerahkan berkas syarat dukungan ke KPU Surakarta mengendarai sebuah motor jadul klasik berwarna merah.

Usut punya usut, ternyata motor yang dikendarai bakal calon pasangan Bajo yang akan menantang pasangan Gibran-Purnomo adalah motor yang bersejarah di Indonesia. Motor itu adalah cikal bakal motor pertama Honda yang dirakit di Indonesia, yaitu Honda S 90. Tepatnya pada tahun 1971 generasi keduanya Honda S 90 Z dirakit di Indonesia.

Sementara itu dari motor yang ditunggangi Bajo telah mengalami perubahan pada spakbor depan dan velg belakang. Spakbor depan tampaknya sudah diganti dengan barang aftermarket serta velg berwarna emas. Selebihnya motor ini tampaknya masih menggunakan komponen aslinya jika dilihat dari foto.

Honda S90 ini menawarkan 89,5 cc SOHC 2 Valve-Stroke, air cooled. Mesin ini digerakkan dengan 4 percepatan manual, yang didukung dengan rantai. Motor ini diproduksi di Jepang dalam rentang tahun 1964-1969.

Berbicara mengenai generasi penerusnya, Honda S 90 Z pertama kali dirakit oleh PT Federal Motor (perusahaan sebelum bernama PT Astra Honda Motor). Saat itu, PT Federal Motor hanya merakit motor, sedangkan komponennya diimpor dari Jepang dalam bentuk CKD (completely knock down).

Sejak pertama diproduksi, motor yang dipajang di Museum Astra ini belum jalan ke mana-mana. Kilometer yang tercatat di odometernya juga sangat rendah, hanya menunjukkan angka 11,3 kilometer. Itu pun, menurut salah seorang karyawan Astra International, mungkin hanya jarak ketika motor keluar dari pabrik.

Honda S 90 Z menggendong mesin 4 tak berkapasitas 90 cc. Mesin itu berkonfigurasi 1 silinder, OHC, pendingin udara. Pada masanya, mesin itu mampu menyemburkan tenaga hingga 8 daya kuda pada 9.500 rpm dengan torsi maksimal 6,3 Nm.

Motor itu diproduksi 1971 sampai 1976. Volume penjualan motor itu--menurut data yang terpampang di dekat motor yang dipajang di Museum Astra--mencapai 90.600 unit. Honda S 90 Z rakitan pertama di Indonesia dipajang di Museum Astra di Gedung Astra International, di Sunter, Jakarta Utara. Motor yang dipajang ini adalah S 90 Z produksi kloter pertama.



Simak Video "Dapat Rekomendasi Gerindra, Gibran: Terima Kasih Pak Prabowo"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com