Rabu, 19 Feb 2020 10:55 WIB

Apa Kabar Parkir Meter Bikinan Ahok yang Kini Diwariskan ke Anies?

Rizki Pratama - detikOto
Parkir Meter Kondisi parkir meter yang masih berfungsi dengan baik (Rizki Pratama/detikOto)
Jakarta -

Beberapa jalan di Jakarta memiliki fasilitas parkir berbayar resmi di pinggir jalan. Digagas pada era Gubernur Ahok, bagaimana kabarnya kini di periode Anies Baswedan?

Pembayaran parkir menggunakan mesin meter sangat memudahkan transaksi pengguna ruang parkir. Fasilitas ini diresmikan pada tahun 2014 saat Basuki Tjahaja Purnama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Mesin parkir itu sempat terbengkalai akibat kontrak kerja dengan pihak ketiga yang habis.


Awal tahun 2018 parkir meter ini kembali digunakan lagi, yang dikelola langsung oleh Pemprov DKI. Pantauan detikcom di daerah Sabang, Jl. H. Agus Salim, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2020) mesin parkir tersebut masih berfungsi dengan dampingan juru parkir dari Dinas Perhubungan (Dinas Perhubungan).

Total ada 11 mesin yang aktif dan masing-masingnya didampingi oleh juru parkir.

"Ini masih nyala semua, ada 11 di jalan ini. Kalau mesin masih berfungsi semua kan udah dipegang Dishub," jawab salah seorang juru parkir, Yusuf, kepada detikOto.

Lahan parkir ini berada di antara jalan aspal dan trotoar dengan permukaan menggunakan conblock. Ada petugas parkir yang mendampingi bergiliran setiap 8 jam. Pertama dari jam 6 pagi sampai jam 2 siang, lalu jam 2 siang sampai jam 10 malam dan terakhir lanjut sampai jam 6 pagi.



"Saya shift dua dari jam 2 sampai jam 10, 8 jam sehari. Sehari tiga shift. Ada yang lanjutin (jam 10 sampai jam 6).

Tarif parkir di sini tidak ada perubahan. Untuk sepeda motor Rp 2.000 per jam, mobil Rp 5.000 per jam dan bus atau truk Rp 8.000 per jam.



Simak Video "Pemprov DKI Akan Tingkatkan Patroli Selama PSBB"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com