Jumat, 14 Feb 2020 19:48 WIB

Jangan Asal Tes Psikologi Demi Dapatkan SIM!

M Luthfi Andika - detikOto
sopir truk simpan sim palsu Foto: Adhar Muttaqin
Jakarta -

Wacana uji tes psikologi untuk permohonan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) menarik perhatian masyarakat. Soalnya para pengemudi harus menambah satu tes lagi untuk bisa benar-benar memiliki SIM.

Namun psikolog Veronica mengatakan pihak berwajib harus benar-benar pastikan masyarakat tidak asal uji tes psikolog untuk bisa memiliki SIM. Namun harus ditempat yang sudah direkomendasikan. Karena menurut Veronica, jika asal tes psikologi maka bisa berbahaya bagi setiap pengendara di masa mendatang.

"Tesnya boleh di mana aja dan bawa hasilnya saja kan yang dibawa (dan diberikan kepada pihak berwajib-Red)? Ini harus dipastikan masyarakat harus benar-benar tahu, waktu mereka datang untuk pemeriksaan, mereka harus datang ke psikolog yang terdaftar atau ter-registrasi, yang punya izin praktek, jangan sampai asal," kata Veronica kepada detik.com.

Veronica mengatakan masyarakat harus melakukan tes di tempat yang terpercaya.

"Karena ini bisa sangat merugikan jika masyarakat atau pengendara melakukan tes disembarang tempat, mungkin pengendara bisa ke Rumah Sakit (RS) untuk melakukan tes. Itukan sudah jelas," tambah Veronica.

Kasi SIM Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Lalu Hedwin, tes psikologi meliputi kemampuan konsentrasi, kecermatan, pengendalian diri, kemampuan menyesuaikan diri dan stabilitas emosi. Tujuannya diadakan psikologi untuk mengetahui tingkat emosi pemohon SIM.

Persyaratan tes psikologi bagi penerbitan SIM ini merupakan amanah dari pasal 81 ayat (4) Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan sebagaimana yang dituangkan dalam pasal 36 Peraturan Kapolri No. 9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.

Aturan itu menyebutkan bahwa salah satu persyaratan penerbitan SIM adalah kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun rohani, untuk pemeriksaan kesehatan rohani dilakukan dengan materi tes yang akan menilai beberapa aspek antara lain kemampuan konsentrasi, kecermatan, pengendalian diri, kemampuan penyesuaian diri, stabilitas emosi dan ketahanan kerja.



Simak Video "Polri Masih Tutup Pelayanan SIM-STNK Sampai 29 Juni"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com