Senin, 03 Feb 2020 17:50 WIB

Sering Bikin Macet, Angkot Kecil Mau Dihilangkan? Ini Kata Dishub

M Luthfi Andika - detikOto
Seorang warga menaiki mobil angkot Jak Lingko dengan nomor Jak 10 di kawasan sky bridge Tanah Abang,  Jakarta Pusat,  Jumat (12/7). Program Jak Lingko angkutan kota Jenis Mikrotrans ber AC yang dicanangkan oleh Pemda Prov DKI Jakarta dengan pengusaha angkutan kota, merupakan terobosan yang perlu diapresiasi. Saat ini angkot Jak Lingko yang memiliki AC tersebut baru memiliki 5 armada dan melayani rute Tanah Abang-Kota. Jak Lingko angkot ber-AC Jakarta. Angkot sering dituding jadi sumber macet (Pradita Utama)
Jakarta -

Bicara soal kemacetan Jakarta, memang banyak penyebabnya. Mulai dari tidak disiplinnya pengendara, hingga banyak angkutan umum nakal yang suka bertindak semaunya di jalanan jadi catatan tersendiri, seperti angkot kecil.

Melihat hal tersebut, Dinas Perhubungan tidak tinggal diam. Berbagai upaya untuk bisa mendisiplinkan angkot kecil dilakukan, seperti yang disampaikan Kadishub DKI Jakarta, Syafin Liputo, kepada detik.com.

Jak Lingko angkot di JakartaJak Lingko angkot di Jakarta Foto: Pradita Utama

"Untuk angkot-angkot tentu ini masuk dalam pull strategi Dishub, dan masuk ke dalam Jak Lingko strategi," kata Syafin Liputo

Syafin menjelaskan tidak akan menghilangkan angkutan kecil atau angkot, melainkan akan mengatur semuanya menjadi lebih baik.

"Mereka (angkot-angkot kecil) akan diintegrasikan ke angkutan umum Transjakarta. Saat ini sudah ada 69 trayek yang sudah diintegrasikan, dengan jumlah bus kecil yang terintegasri 1.615 bus. tahun ini akan kita masifkan kembali integrasi ini, kita harapkan dengan terintegrasi ini, angkot ini tidak lagi ngetem, tidak lagi ugal-ugalan," kata Syafin.

Syafin juga mengatakan angkot-angkot kecil akan dibayar pemerintah per kilometer.

"Karena prinsipnya pola integrasi ini adalah by the service, pemerintah membeli layanan dari operator ini. Jadi mereka tidak perlu lagi sibuk mencari setoran dan penumpang. Karena operasionalnya sudah dihitung secara cermat, kemudian dibayar Rupiah per kilo meter. Sehingga berapa cost yang dikeluarkan operator angkot dijamin pemerintah. Jadi kemacetan diharapkan bisa terurai," ucap Syafin.



Simak Video "Jerman dan Jepang punya Solusi Cerdik Atasi Kemacetan"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com