Jakarta menjadi salah satu kota termacet di dunia. Tahun 2019, menurut studi terbaru, warga Jakarta yang terjebak macet membuang ratusan jam dalam setahun di jalanan.
Data terbaru TomTom Traffic Index menyebutkan, warga Jakarta yang berpergian di jam-jam sibuk menyia-siakan 174 jam di jalan, setara 7 hari 6 jam terbuang sia-sia.
Baca juga: Ragam Kerugian Gara-gara Macet |
Tingkat kemacetan Jakarta menurut TomTom Traffic Index pada 2019 sebesar 53%. Tingkat kemacetan atau congestion level di sini maksudnya adalah perjalanan di Jakarta membutuhkan waktu 53% lebih lama dibanding kondisi tanpa kemacetan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemacetan paling parah terjadi pada sore hari ketimbang pagi hari. Setiap 30 menit perjalanan pagi hari, warga Jakarta menambah waktu 19 menit lebih lama ketimbang saat jalanan tanpa kemacetan. Sementara pada sore hari, setiap 30 menit perjalanan menambah 26 menit karena macet.
Kemacetan lalu lintas memang menimbulkan kerugian yang besar. Bukan cuma materi, sampai kesehatan pun bisa terpengaruh akibat kemacetan. Begitu juga dengan waktu produktif.
Waktu pengendara dan penumpang terbuang sia-sia gara-gara macet. Karena macet, warga jadi tidak produktif lantaran waktunya terbuang di jalan. Bahkan disebutkan, kemacetan mengurangi kesehatan ekonomi regional.
Baca juga: Hindari! Ini Jadwal Paling Macet di Jakarta |
Selanjutnya, macet membuat warga terlambat sampai tujuan. Alhasil, mereka tidak bisa hadir tepat waktu pada pekerjaan, rapat, sekolah, bahkan hingga mengakibatkan hilangnya bisnis, tindakan disipliner atau kerugian pribadi lainnya.
Gara-gara macet juga pengendara maupun penumpang tidak mampu memperkirakan waktu perjalanan secara akurat. Jadinya, banyak orang yang mengalokasikan waktu lebih banyak untuk 'jaga-jaga' kalau jalanan macet sehingga lebih sedikit waktu untuk kegiatan produktif.
Simak Video "Video POV Jakarta 'Back to Normal' Usai Libur Lebaran: Jalanan Macet-KRL Penuh"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/rgr)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu