Minggu, 26 Jan 2020 15:30 WIB

Raksasa Mobil Prancis Bakal Evakuasi Pekerja dari Wuhan

Ridwan Arifin - detikOto
Sepinya sudut kota Wuhan Foto: dok. Tangkapan Layar Video Youtube Rio Alfi
Jakarta -

Raksasa mobil Prancis, PSA Group sudah ancang-ancang untuk mengevakuasi para pekerja ekspatriat di Wuhan yang kini sedang berkecambuk terkait wabah virus Corona. PSA Group akan membawa mereka keluar dari China setelah melewati masa karantina.

Dalam laman web resmi konsulat Prancis di Wuhan mengatakan bahwa Prancis sedang mempertimbangkan dan menyiapkan layanan bis yang memungkinkan warga Prancis, pasangan dan anak-anak mereka meninggalkan Wuhan.

Seperti dilansir dari Associated Press (26/1/2020), tidak disebutkan berapa banyak karyawan yang akan menjadi bagian dari evakuasi.

PSA mengatakan sedang bekerja sama dengan pihak berwenang China dan konsulat Prancis. Pembuat mobil itu tidak mengatakan berapa lama masa karantina akan berlangsung. Namun, para ahli medis Prancis mengatakan periode inkubasi untuk virus corona mencapai 14 hari.

PSA juga mengatakan sedang bekerja dengan mitra China DFM untuk menjaga karyawan China, supaya lebih mudah berkomunikasi dengan pihak berwenang China. Dalam hal ini juga belum terdapat rincian yang diberikan.

Untuk mengantisipasi tersebut, sebelumnya Kementerian Luar Negeri Perancis pada Sabtu (25/1) mengatakan sudah membuat saluran telepon darurat.

Pun demikian dengan rencanan perjalanan transportasi bagi warga Prancis dan keluarganya yang terjebak di Wuhan. Pilihan lain, membawa mereka ke tempat yang lebih aman, menjalani karantina selama 14 hari sebelum diizinkan untuk kembali ke negara asal.

"Mulai Minggu, tim medis akan berada di bandara Perancis, seperti Paris Charles de Gaulle, agar membantu penumpang yang datang dari berbagai kota di Cina dengan pertanyaan, kekhawatiran atau kebutuhan medis," tutur kepala kesehatan Salomon.

Seperti yang diketahui Wuhan merupakan rumah bagi perusahaan otomotif raksasa, salah satunya PSA Group, mereka mampu menjual obil Peugeot dan Citro├źn sebanyak 117.000 unit tahun lalu kendati mengalami penurunan sekitar 55 persen.



Simak Video "Tembus 1.800 Orang Tewas Akibat Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/riar)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com