Selasa, 10 Des 2019 07:41 WIB

Terpopuler: Mobil Terbang Malaysia, Cara Nyeleneh Pemuda Minta BMW

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Ilustrasi mobil terbang. Foto: Dadan Kuswaraharja

Akibat Parkir tapi Setir Tidak Lurus

Terpopuler: Mobil Terbang Malaysia, Cara Nyeleneh Pemuda Minta BMWFoto: Hyundai


Meluruskan setir mobil saat parkir adalah hal wajib yang harus dilakukan pengendara mobil. Bukan semata persoalan estetika, ternyata ada dampak buruk jika kita memposisikan setir tidak lurus saat mobil diparkir.

Melansir dari laman resmi Suzuki Indonesia memarkir mobil dengan setir lurus bermanfaat untuk menghindari kerusakan pada komponen power steering. Khususnya mobil yang menggunakan power steering jenis hidraulis.

Untuk diketahui, power steering hidraulis bekerja memakai oli yang menghasilkan tekanan pada rack steer. Tekanan ini berfungsi meringankan beban kerja tangan ketika memutar setir untuk membelokkan ban.

Jadi saat ban sedang dibelokkan pada satu sisi, maka tumpuan beban tekanan oli power steering akan berada pada salah satu bagian. Ketika kondisi mesin mati, oli akan terus tertekan dan tidak bersirkulasi.

Lalu apa efeknya jika posisi setir dibelokkan saat posisi parkir, dengan jangka waktu yang lama?

Akibatnya akan membuat seal dan jalur oli tidak bisa lagi menahan beban dan sewaktu-waktu bisa jebol. Saat oli power steering bocor, setir akan terasa lebih berat ketika dibelokkan.

Tapi untuk catatan, gejala ini tidak ditemukan pada mobil yang dilengkapi Electric Power Steering (EPS).

Kenapa? Karena EPS mengandalkan motor elektrik untuk memberi tekanan pada rack steer. Artinya, walaupun parkir dalam keadaan ban berbelok, motor elektrik pada sistem EPS tidak mendapat asupan energi listrik. Hal inilah yang membuatnya tidak terbebani, seperti halnya pada power steering jenis hidraulis.
Halaman
1 2 3 4 5 6 Tampilkan Semua

(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com